BREAKING NEWS
 

UU Ciptaker Ikut Picu Ketidakpastian

Bos OJK Klaim Pasar Modal Mulai Bergeliat

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 21 Oktober 2020 07:56 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Karena itu, dia berharap, pasar modal Indonesia memiliki lebih banyak variasi produk un tuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar, baik itu instrumen biasa maupun produk hedging. Selain itu, sebisa mungkin produk produk tersebut bisa menjang kau investor ritel.

Dia menilai, kinerja pasar modal di Indonesia akhir-akhir ini sudah mulai menggeliat. Hal ini tercermin dari beberapa basis investor di sektor ritel yang sudah semakin besar jumlahnya. Sekitar 73 persen di pasar saham adalah transaksi yang berupa ritel. Dan, ini adalah merupakan transaksi paling ba nyak dalam 5 tahun terakhir.

Baca juga : Di Tangan Pak Pratik, Kini Suara Buruh Digantungkan

Wimboh menyampaikan, untuk menjaga kekuatan pasar modal serta kepercayaan para investornya, pihaknya mengambil tiga jurus. Pertama, menjaga kedalaman pasar modal (deepening capital market), dengan memperbanyak instrumen. Kdua, penerapan digitalisasi dari segala proses di pasar modal, agar mempercepat market access oleh seluruh investor di seluruh Nusantara. Ketiga, OJK ingin mendorong geliat investasi, serta membangkitkan optimisme para pelaku usaha.

Terkait kehadiran UU Ciptaker, Wimboh berharap, hal itu justru bisa mendorong pengu saha untuk bangkit. Setidaknya, mereka dapat mengoptimalkan agar investasi cepet berkembang dan terealisasi, dengan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi.

Baca juga : Tanggapi Demo UU Cipker, Hendardi: Ketertiban Sosial Harus Jadi Prioritas Bersama

Lebih jauh, diharapkannya, UU Ciptaker dapat meningkatkan kedalaman pasar keuangan di Tanah Air. “Sehingga integritas dan juga perlindungan masyarakat investor tetap terjaga,” tutup Wimboh. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense