Dark/Light Mode

Anies Klaim Pasar Sudah Aman, Benarkah?

Jumat, 31 Juli 2020 15:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: ist)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyebaran corona (Covid-19) di kawasan pasar di wilayah DKI Jakarta diklaim sudah relatif aman. Sebelumnya, klaster pasar di Ibukota menjadi sorotan. Lantaran secara beruntun ditemukan kasus positif Covid-19 di puluhan pasar, serta beruntun pula pasar-pasar tersebut ditutup.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim, penularan di area pasar saat ini sudah lebih aman. Sebab, kini telah rutin dilakukan pemeriksaan Covid-19.  "Sesudah kita kemudian melakukan testing massif, kemudian rutin mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan. Sekarang tempat itu (passr) menjadi relatif lebih aman," ungkap Anies dalam rekaman yang disebarkan Humas Pemprov DKI Jakarta, Jumat (31/7).

Meski diklaim aman, pemeriksaan massal di pasar-pasar akan terus dilakukan. Supaya penularan Covid-19 bisa semakin terkendali. Dikatakan Anies, kini Pemprov DKI Jakarta mampu melakukan hampir 9.800 tes setiap harinya untuk mencari pasien positif Covid-19 dan segera mengisolasinya. 

Baca juga : Muhammadiyah Sudah Lemah

"Ini yang akan kita lakukan terus dan kita berharap ke depan makin hari, makin cepat kita mengendalikan penularannya," harap eks Mendikbud ini.

173 Pasar Diperiksa, 555 OrangPositif

Klaim Anies dibenarkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pusat. Namun, jumlahnya tetap masih tinggi. Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Dr Dewi Nur Aisyah memaparkan, sudah 11.766 pedagang yang tersebar di sejumlah pasar di Jakarta telah menjalani swab test selama periode 8 Juni-28 Juli 2020. 

Baca juga : Mendes : BLT Dana Desa Rp 10,8 Triliun Sudah Disalurkan

"DKI Jakarta sangat aktif melakukan skrining pasar. Sudah 173 pasar yang diperiksa dan 11.766 orang diambil swab-nya dan ditemukan 555 orang yang positif Covid-19 di 107 pasar," kata Dewi di Jakarta, Rabu (29/7) lalu.

Berdasarkan data tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 mendapatkan angka positivity rate kluster pasar sebesar 4,71 persen. Dewi merinci, di Jakarta Pusat, tim medis melakukan pemeriksaan di 34 pasar dengan jumlah pedagang yang dites swab sebanyak 3.295. Jumlah kasus positif 228 dan yang masih menunggu hasil 52 orang.

Di wilayah Jakarta Utara, sebanyak 1.534 orang di 22 pasar yang dites swab. Jumlah pedagang yang positif 35 orang dan menunggu hasil 256 orang. Selanjutnya, 40 pasar telah diperiksa tim medis di Jakarta Barat dengan jumlah pedagang yang diperiksa mencapai 2.575. Dari jumlah itu, pedagang yang positif sebanyak 96 dan negatif 2.479. 

Baca juga : Menperin Blusukan Ke Pabrik Sepeda United Bike

Di Jakarta Selatan, ada 38 pasar yang diperiksa dengan pedagang yang dites swab mencapai 2.156. Pedagang yang positif berjumlah 53 orang dan masih menunggu hasil 77 orang. Sedangkan Untuk Jakarta Timur ada 39 pasar dengan 2.718 pedagang dites swab. Yang positif 143 orang dan masih menunggu hasil pemeriksaan 127 orang. 

Selain pasar, tim medis menemukan sembilan klaster dengan 114 kasus di rumah ibadah yang tersebar di sejumlah titik Jakarta, di antaranya gereja, masjid, dan asrama pendeta. Selain itu terdapat juga satu kluster di pesantren dengan empat kasus dan satu kluster di kegiatan tahlilan dengan temuan 29 kasus. Dari data tersebut, angka positivity rate juga beragam, mulai dari 10 persen, 51 persen, hingga 74 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.