BREAKING NEWS
 

Simpanan Masyarakat Di Bank Meningkat

Rakyat Kita Makin Getol Nabung Di Era Pandemi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Kamis, 7 Januari 2021 05:40 WIB
Lembaga Penjamin Simpanan. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
Dari pantauan LPS, lanjut Purbaya, terjadi peningkatan pertumbuhan simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan dari Agustus-No­vember 2020 baik pada BUKU I-BUKU IV.

“Ini mengindikasikan bahwa kondisi likuiditas perbankan semakin stabil. Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan likuiditas melalui kebijakan fiskal sejak semester kedua di 2020,” imbuhnya.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini meyakinkan, bahwa kondisi sistem keuangan Tanah Air di awal 2021 akan lebih baik.

Baca juga : Pemerintah Yakin Corona Akan Hilang

“Sistem keuangan kita saat ini lebih siap untuk membiayai ekspansi ekonomi, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” ujar Purbaya.

Ekonom Senior dari Univer­sitas Indonesia (UI) Aviliani mewanti-wanti, perokonomian di tahun ini tetap penuh tantangan. Bahkan, cenderung sama dengan tantangan 2020.

Menurut dia, tingginya tingkat simpanan bank akan menyebab­kan likuiditas yang berlebih. Ia melihat, bank mendapatkan penempatan dana besar dari masyarakat karena dua hal.

Baca juga : Loyalis Amien Rais Yakin Suara PAN Bakal Gembos

Pertama, masyarakat kelas menengah atas belum berani be­lanja atau cenderung mengurangi konsumsi. Dan, memilih me­nyimpan uang di bank. Alasan kedua, perusahaan menempat­kan dana darurat apabila harus menghadapi tekanan ekonomi yang panjang akibat pandemi.

“Dua faktor ini menyebabkan pertumbuhan dana masyara­kat sangat tinggi,” jelas Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) ini kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Untuk pertumbuhan kredit, Aviliani meramal, masih akan tertahan. Dari tahun 2020 di level 1 persen, tumbuh tipis ke 3 persen pada di 2021. Padahal, kredit merupakan 75 persen kontributor terhadap pendapatan perbankan.

Baca juga : Peran Tokoh Agama Strategis Untuk Tangkal Radikalisme Dan Intoleransi

Mantan Komisaris Indepen­den Bank Mandiri ini menilai, kepercayaan konsumsi ma­syarakat masih menjadi perha­tian utama bagi pelaku usaha, untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Lebih lanjut, dia menilai, belanja Pemerintah tidak begitu signifikan dalam mendorong investasi 2021. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense