Sebelumnya
Libatkan Swasta
Baca juga : Wiranto : SDM Bobrok, Kita Tak Bisa Kompetisi
Ekonom senior Faisal Basri mengungkapkan, ketertinggalan infrastruktur di Indonesia disebabkan minimnya anggaran. Untuk mengejarnya, keterlibatan swasta harus digenjot. “Anggaran negara terbatas untuk bangun infrastruktur. Di sisi lain, keterlibatan swasta dalam membangun infrastruktur juga masih sangat minim,” kata Faisal di sebuah acara diskusi di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Lirik Proyek Infrastruktur, Kadin Minta Yang Berlemak
Menurut Faisal, untuk mengejar ketertinggalan, pemerintah harus lebih gencar menawarkan skema public private partnership (PPP). Sehingga dana APBN dapat lebih difokuskan untuk program-program pengentasan kemiskinan dan program lainnya yang langsung menjangkau masyarakat.
Baca juga : Infrastruktur Jokowi Antarkan Indonesia Masuk Abad Milenial
Faisal mengingatkan pemerintah untuk tetap lebih hati-hati mempertimbangkan kebutuhan. Pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi geografis Indonesia. Jangan hanya sekadar meniru negara lain yang telah lebih dahulu maju infrastrukturnya. “Jangan tiru China, jangan tiru Malaysia, Singapura, Thailand. Kita ini negara maritim yang perlu menyatukan 17.504 pulau. Infrastruktur laut harus jadi back bonenya, yang lain ikut,” tutupnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.