RM.id Rakyat Merdeka - Jelang akhir pekan, nilai tukar rupiah dibuka level Rp 14.052 per dolar AS. Angka tersebut melemah 0,2 persen dibanding perdagangan kemarin, Rp 14.025 per dolar AS. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka melemah 14,03 poin atau 0,23 persen ke 6.186,28.
Mata uang Garuda menjadi mata uang Asia yang terlemah, disusul bersama baht Thailand yang turun 0,05 persen dan dolar Singapura minus 0,02 persen. Sedangkan mata uang Asia lainnya berada justru menguat. Yen Jepang naik 0,01 persen, ringgit Malaysia menguat 0,02 persen, won Korea Selatan naik 0,03 persen, dan peso Filipina menguat 0,09 persen.
Baca juga : Pagi Ini, Rupiah Dan Mata Uang Asia Kompak Loyo
Indeks dolar AS naik tipis 0,01 persen menuju 90,605. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro justru menguat 0,18 persen di level Rp 16.986, terhadap dolar Australia naik 0,23 persen ke level Rp 10.897 dan terhadap yuan China juga naik 0,09 persen ke level Rp 2.174.
Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo, Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi seiring dengan penurunan indeks saham global. Dari dalam negeri, rupiah justru mendapat tekanan dari kebijakan penurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin (bps) dari 3,75 persen menjadi 3,5 persen.
Baca juga : Sosok Sinyo Harry Sarundajang Di Mata Roy Suryo
"Karena perbedaan yield dengan dolar AS kian menipis. Harusnya ada perbedaan yield yang jauh agar semakin menarik,” ujarnya, Jumat (19/2).
Sentimen lain datang dari penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2021. Semula, BI memperkirakan ekonomi akan melaju di kisaran 4,8 persen sampai 5,8 persen, tapi kini diperkirakan lebih rendah di kisaran 4,3 persen hingga 5,3 persen.
Baca juga : Jelang Imlek, Rupiah Malah Loyo
Satu lagi sentimen domestik yang akan menekan rupiah, yaitu tingginya indeks positivity rate Covid-19 di Indonesia. Begitu pula dengan jumlah kasus harian baru. "Hal ini menambah tekanan ke rupiah," ujarnya.
Ariston memprediksi nilai tukar rupiah berpotensi tertekan dari dolar AS sepanjang hari ini. “Proyeksinya, rupiah masih akan berada di kisaran Rp 14 ribu sampai Rp 14.050 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.