Dark/Light Mode

Akhir Pekan, Rupiah Masih Galau Aja

Jumat, 22 Januari 2021 09:54 WIB
Nilai tukar rupiah. (Foto: ist)
Nilai tukar rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, rupiah dibuka menguat 0,06 persen ke level Rp 13.992 per dolar AS. Namun, rupiah kemudian kembali stagnan di level Rp 14 ribu per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,59 persen menjadi 90,77. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro stagnan di level Rp 17.096.

Berita Terkait : Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS, Rupiah Langsung Ngegas

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat menguat kembali sejak kemarin.

"Kenaikan tingkat imbal hasil obligasi jangka yang lebih panjang ini merefleksikan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi dan kenaikan tingkat inflasi AS," imbuh Ariston di Jakarta, Jumat (22/1).

Berita Terkait : Dibuka Stagnan, Rupiah Butuh Keajaiban

Menurut dia, kenaikan yield mendorong kembali penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya sehigga rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS. 

Di satu sisi, pelemahan mungkin terbatas karena ekspektasi stimulus besar AS yang meningkatkan minat pasar terhadap aset berisiko. 

Berita Terkait : Dolar AS Menguat, Rupiah Butuh Vitamin

Dari dalam negeri, BI mengaku tetap optimistis, aliran dana asing ke Indonesia akan meningkat seiring dengan prospek pemulihan ekonomi. Hal ini setidaknya memberikan sentimen positif bagi rupiah di domestik.

“Sepanjang hari ini, rupiah berpotensi berada di kisaran di Rp 13.980-14.050 per dolar AS,” tutupnya. [DWI]