BREAKING NEWS
 

Jelang Ramadan, Harga Pangan Tak Terkontrol

Omzet Turun, Pedagang Pasar Cuma Bisa Pasrah

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Senin, 15 Maret 2021 05:32 WIB
Ilustrasi. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan signifikan, antara lain cabe rawit merah dan hijau hingga daging sapi. Kenaikan harga terjadi dan selalu berulang setiap tahun menjelang Ramadan.

Ketua Umum Ikatan Peda­gang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengaku, pedagang pasar sudah menyerah alias pasrah, terkait tidak terkon­trolnya harga bahan pangan jelang Ramadan.

“Kami sudah nyerah. Pola ini (kenaikan harga pangan) terjadi berulang-ulang tanpa ada perbaikan berarti. Pemerintah seperti tidak punya kemampuan mengatasi masalah ini meski su­dah tahu penyebab masalahnya,” kata Mansuri kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Kapasitas RS Di Ibukota Cuma Tersisa 13 Persen

Menurut Mansuri, akibat ke­naikan harga, jumlah pelanggan yang berbelanja di pasar menu­run drastis. Situasi ini membuat omzet pedagang ikut menurun.

Dia mencontohkan, harga cabe rawit merah yang dalam se­pekan ini tembus Rp 150 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan itu sudah bisa diprediksi sekitar empat bulan lalu, saat itu sedang terjadi panen raya cabe.

Cabe membanjiri pasar yang menyebabkan jatuhnya harga di tingkat petani. Akibat harga anjlok, petani tidak mau lagi menanam cabe.

Baca juga : Rawan Tertular, 100 Pedagang Pasar Kramat Jati Jalani Tes Antigen

Sekarang, saat petani tidak menanam cabe, ditambah cuaca ekstrim yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, menyebab­kan komoditas ini langka sehingga harganya meroket.

“Seharusnya, saat dulu harga anjlok pemerintah melakukan pendampingan ke petani agar mereka tetap produksi cabe. Tapi itu tidak dilakukan dan dampak­nya dirasakan kini saat mendekati Ramadan,” jelas Mansuri.

Dia juga mengeluh, meski ke­naikan harga sejumlah komodi­tas pangan sudah terjadi dalam satu bulan terakhir, pemerintah belum melakukan upaya maksi­mal untuk mengatasinya.

Adsense

Baca juga : Solid, Pangdam Dan Kapolda Metro Cek Kesiapan Pengamanan Nataru

Pemerintah seolah tidak mengerti desain pangan dan tidak punya roadmap pangan yang baik untuk mengatasi situasi seperti ini, meski sudah terjadi berulang kali.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense