BREAKING NEWS
 

Inovasi Pembangkit Listrik Turbin Proton Berbasis Bakteri Rhospirillum Rubrum Sebagai Bio-Electricity Dalam Mewujudkan Kemandirian Energi Terbarukan Di Indonesia

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 28 Mei 2021 09:52 WIB
Fadhlih Al-Zaki Sitorus Universitas Gadjah Mada. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Peran tersebut tidak hanya sebatas sebagai sarana produksi dalam memfasilitasi pembangunan sektor industri dan ekonomi, tetapi juga berperan dalam pemenuhan aspek sosial di kehidupan sehari-hari. Apabila pemerintah Indonesia tidak kunjung merealisasikan pembangkit listrik dari energi terbarukan dengan skala besar yang mampu bersaing dengan energi konvensional akan menyebabkan krisis listrik di Indonesia akibat pembangkit listrik dari energi fosil tak terbarukan mengalami kelangkaan sumber bahan bakar sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan listrik nasional di masa depan.

Isi: Melihat Potensi Keanekaragaman Hayati Terpendam dalam Energi Terbarukan di Indonesia sebagai Inovasi dalam Efisiensi Energi Terbarukan di Masa Depan.

Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Malah Loyo

Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri kurang lebih dari 17.000 pulau baik pulau besar maupun kecil. Selain itu, garis pantai Indonesia terpanjang di Asia Tenggara sejauh kurang lebih 810.000 km dengan luas daratan sekitar 3.100.000 kilo meter persegi serta jumlah penduduk Indonesia kini mencapai lebih dari 250 juta jiwa dan tersebar di lebih dari 65.000 desa.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM pada tahun 2020, masih terdapat 55 (lima puluh lima) kabupaten atau kota dengan rasio elektrifikasi kurang dari 80 persen (delapan puluh persen) serta terdapat 9006 (sembilan ribu enam) desa belum teraliri oleh listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Kementerian ESDM, 2020). Oleh karena itu, diperlukan segera solusi pembangkit listrik dari energi alternatif untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik di Indonesia untuk 5 hingga 10 tahun.

Baca juga : Kelar Ngecek Layanan GeNose Di Gambir, Muhadjir Lanjut Kunker Naik Kereta Luxury 2

Berdasarkan hal tersebut, negara Indonesia memiliki beberapa kekayaan alam yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal, salah satunya adalah keanekaragaman hayati yaitu mikroorganisme sebagai bio-electricity. Pembangkitan listrik dengan menggunakan potensi sumber daya hayati hingga saat ini belum banyak dikembangkan. Sumber daya hayati terutama mikroorganisme seperti bakteri berpotensi dimanfaatkan dalam pembangkit listrik berskala besar.

Penggunaan mikroorganisme untuk membangkit listrik dinilai memiliki beberapa kelebihan, yaitu sumber daya alam yang terbarukan karena mudah untuk diperoleh dan dikembangbiakkan serta ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi berbahaya. Salah satu sumber pembangkit listrik yang menggunakan potensi hayati khususnya mikroorganisme adalah memanfaatkan bakteri jenis Rhospirillum rubrum sebagai bio-electricity.

Adsense

Baca juga : Siapa Berani Jinakkan

Bakteri Rhospirillum rubrum merupakan bakteri fotosintetik yang banyak ditemukan di alam khusunya daerah perairan dan rawa. Bakteri tersebut memiliki keunggulan dibandingkan dengan bakteri berflagela lainnya, yaitu mampu bertahan hidup dalam kondisi aerob maupun anaerob serta dalam kondisi ekstrim, banyak ditemukan pada kolam, rawa, serta lingkungan akuatik alami (Reslewic et. Al, 2005).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense