Sebelumnya
Selain itu, Bakteri Rhospirillum rubrum memiliki flagella sebagai alat gerak sehingga mampu bergerak akibat rangsangan dari luar yang disebut dengan gerak kemotaksis. Gerak kemotaksis didefinisikan sebagai salah satu kemampuan dari respon bakteri dalam beradaptasi terhadap lingkungannya yang memiliki gradient (perbedaan) kimiawi dapat berupa zat-zat atau keadaan tertentu. Gerak kemotaksis bakteri Rhospirillum rubrum dapat dimanfaatkan energi kinetiknya untuk dikonservasi menjadi pembangkit energi listrik.
Selain berdasarkan potensi gerak kemotaksis tersebut, pembangkit listrik berbasis mikroorganisme didukung dengan perkembangan teknologi yang terjadi sangat pesat terutama perkembangan teknologi secara mikro dan nano. Salah satu teknologi yang berkaitan dengan skala mikro dan nano, yaitu turbin proton. Turbin proton adalah teknologi turbin dalam skala kecil yang digerakkan oleh motor yang digerakkan oleh aliran ion sehingga dapat berputar menghasilkan energi listrik. Konsep turbin proton untuk konservasi energi gerak menjadi energi listrik dibuktikan dengan bukti eksperimental yang menunjukkan bahwa aliran sekitar 1000 proton digabungkan ke setiap rotasi motor.
Semua proton yang mengalir melalui motor akan menghasilkan sekitar 2,4 x 10^(-17)Joule per revolusi. Angka tersebut hanya estimasi dari energi yang dikonservasi menjadi energi listrik per revolusi pada 10 Hz (2,0 x 10^(-17)Joule) sehingga efisiensi tubin proton sangat tinggi per bakteri per satu detik revolusi (Berry, 2001). Jika kita menggabungkan teknologi turbin proton dengan gerak kemotaksis dari bakteri Rhospirillum rubrum, konservasi energi listrik sebagai pembangkit listrik bio-electricity dapat diterapkan di Indonesia. Indonesia memliki keunggulan lokasi pembangunan pembangkit listrik pada wilayah rawa maupun di dekat sumber akuatik alami maupun buatan serta luas wilayah pembangunan tidak lebih dari 1 hektar.
Keunggulan utama dari pembangkit listrik ini dibandingkan dengan pembangkit listrik energi terbarukan lainnya adalah adalah tidak bergantung kepada cuaca atau iklim maupun faktor alam lainnya yang sedang terjadi di Indonesia sehingga proses konversi energi menjadi energi listrik tidak terganggu oleh faktor tersebut.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Malah Loyo
Pembangkit listrik dari mikroorganisme berbasis turbin proton sebagai bio-electricity dapat diwujudkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di Indonesia yang belum dieksplorasi secara luas. Indonesia memiliki kenggulan lokasi untuk mendirikan pembangkit listrik ini karena negara Indoneisa merupakan negara maritim serta memiliki kawasan rawa yang luas dimana cocok untuk pertumbuhan bakteri Rhodospirillum rubrum.
Daerah-daerah tersebut merupakan wilayah yang sering dijumpai di Indonesia serta belum dimaksimalkan potensi keanekaragaman hayati mikroorganismenya. Perancangan pembangkit listrik futuristik di wilayah rawa, diperlukan kolam atau wadah khusus dalam perkembangbiakan bakteri secara in vitro yang berupa microbactery vessel.
Kondisi di dalam vessel diatur sesuai dengan keadaan yang bergantung terhadap suhu, tekanan, dan konsentrasi dalam masing-masing vessel yang diisi dengan larutan dari tangki penyimpanan medium larutan bakteri. Komponen lain dalam pembangunan pembangkit listrik ini yang tidak kalah penting yaitu microreactor.
Microreactor merupakan tempat dimana bakteri akan memutar micro spining wheel sesuai dengan jalur yang telah ditentukan sehingga menggerakan turbin proton yang telah terintegrasi dengan crankshaft pada masing-masing micro spining wheel. Microreactor dapat dianalogikan sebagai boiler pada pembangkit listrik konvensional, tetapi memiliki keunggulan konversi energi ke energi listrik microreactor mampu mencapai 98 persen karena tidak ada heat loss atau panas yang hilang selama proses berlangsung.
Baca juga : Kelar Ngecek Layanan GeNose Di Gambir, Muhadjir Lanjut Kunker Naik Kereta Luxury 2
Selain memiliki nilai efisiensi konservasi energi listrik yang tinggi, keunikan lainnya dari pembangkit listrik berbasis turbin proton dari mikroorganisme tidak memiliki boiler sebagai tempat penghasil superheated steam dari pembakaran bahan bakar fosil sehingga mampu menurunkan emisi gas rumah kaca maupun gas polusi udara lainnya untuk mengurangi efek perubahan iklim yang terjadi di Indonesia.
Kesimpulan dan Penutup
Dalam waktu 5 hingga 10 tahun yang akan datang, penulis yakin bahwa pembangunan pembangkit listrik dari mikroorganisme bakteri berflagela sebagai bio-electricity akan diresmikan di Indonesia sebagai pelopor pembangkit listrik dari makhluk hidup pertama di Indonesia dan dunia. Pembangkit listrik sebagai bio-electricity penulis yakini sebagai alternatif terbaik untuk pemenuhan energi listrik di masa depan bagi Indonesia.
Membangun pembangkit listrik ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam berupa keanekaragaman hayati berupa mikroorganisme baktri yang belum banyak diketahui oleh masyrakat sebagai sumber energi listrik. Selain itu, pembangkit listrik ini dapat terealisasikan lebih cepat dengan adanya kemajuan teknologi mikro dan nano sehingga transisi dari energi konvensional ke energi terbarukan untuk sektor kelistrikan di Indonesia dapat dilakukan dengan efisiensi energi yang lebih tinggi serta memanfaatkan sumber daya alam hayati yang belum pernah tersentuh sebelumnya. (*)
Baca juga : Siapa Berani Jinakkan
Daftar Pustaka:
1. Kementerian ESDM. 2020. Bahan Ditjen Ketengalistrikan. Konferensi Pers Capaian Kinerja Subsektor 30 Juli 2020, Jakarta, Indonesia. Halaman 9.
2. Reslewic, S., Shigou, Z., Place, M., Zhang, Y., Briska A., Goldstein, S., Churas, C., Runnheim, R., Forrest, D., Lim, A., Lapidus, A., Han, C., Roberts, G., and Schwartz, D. 2005.
3. Whole-Genome Shotgun Optical Mapping of Rhodospirillum rubrum. 1(5). Berry, R.M. 2001. Bacterial Flagella: Flagellar Motor. Encyclopedia of Life Sciences. The Randall Institute, King’s College London.United Kingdom: London. 2(1).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.