BREAKING NEWS
 

Hy-Tech (Hybrid Cultivation Technology): Teknologi Inovatif Budidaya Udang Dengan Konsep Renewable Energy Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan SDGS 2030

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 29 Mei 2021 08:46 WIB
Khakam Ma’ruf, Universitas Negeri Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka -
Khakam Ma’ruf, Universitas Negeri, Yogyakartahakammaruf70@gmail.com.

Karya ini menjadi Pemenang 5, dalam Kompetisi Penulisan Artikel Energi Baru Terbarukan, Piala Menteri ESDM RI 2021.

Baca juga : Telkomsel Rombak Jajaran Direksi, Ini Daftarnya

Pengantar

Indonesia sebuah negera kepulauan terbesar yang menyuguhkan berbagai macam kekayaan dan potensi alam di dalamnya. Hampir 75 persen dari seluruh wilayah Indonesia merupakan perairan, pesisir, dan lautan. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi di sektor budi daya termasuk dalam budi daya udang. Saat ini tingkat konsumsi udang dalam negeri mencapai 353.544 ribu ton pada 2017 lalu dan pada tahun 2018 naik sekitar 31 persen menjadi 463.777 ribu ton.

Baca juga : Ayo, Ada Yang Bisa Jadi Juru Selamat?

Penggunaan tambak menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk budi daya udang. Namun dalam praktiknya, pembudidayaan membutuhkan perlakuan khusus dengan penambahan oksigen terlarut atau dissolved oxygen. Secara mekanis oksigen dalam air dapat ditingkatkan menggunakan metode kincir air. Semakin luas kincir akan semakin banyak air yang disemburkan keatas untuk menangkap oksigen. Di sisi lain penggunaan kincir air semakin besar kincir mengonsumsi bahan bakar yang cukup besar pula untuk menggerakkannya.

Ketersediaan dan harga BBM menjadi salah satu kesulitan pemilik tambak, terlebih kebutuhan terbesar masih di pengaruhi pengunaan BBM. Penggunaan BBM dapat menyebabkan pencemaran seperti gas buangan hasil pembakaran dan kebocoran minyak sehingga mempengaruhi kualitas ekosistem tambak dan mengancam kurangnya optimalisasi hasil panen.

Baca juga : MNC Vision Genjot Produksi Dokumenter Bisnis Brand Lokal

Konsumsi BBM yang banyak akan berdampak terhadap ketersediaan sumber energi. Kebutuhan energi merupakan point ke 7 dari tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), kondisi saat ini kebutuhan energi semakin meningkat, namun tidak sebanding dengan pasokan sumber energi atau dapat di simpulkan bahwa energi yang digunakan tidak dibarengi dengan cadangan energi terbarukan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense