BREAKING NEWS
 

Hy-Tech (Hybrid Cultivation Technology): Teknologi Inovatif Budidaya Udang Dengan Konsep Renewable Energy Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan SDGS 2030

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 29 Mei 2021 08:46 WIB
Khakam Ma’ruf, Universitas Negeri Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Sejalan dengan hal tersebut berdasarkan data Kementrian ESDM, Energi ramah lingkungan yang memiliki potensi cukup besar di Indonesia berupa energi angin 60,6 GW, dan energi surya 207,8 GW (Kementrian ESDM, 2019) Kedua konsep energi ini apabila dikembangkan pada aerator tambak udang akan berdampak positif bagi sosial ekonomi masyarakat, karena tidak perlu untuk membeli bahan bakar minyak dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Pada umumnya, pemilik tambak menggunakan kincir air bertenaga diesel untuk memaksa proses difusi oksigen pada tambaknya. Menelaah realita tersebut, penulis menawarkan suatu inovasi dalam penyediaan energi terbarukan melalui Hy-Tech (Hybrid Cultivation Technology). Inovasi ini dapat diaplikasikan pada budi daya udang dengan cara memanfaatkan energi surya dan energi angin pada budi daya udang.

Pemanfaatan dua jenis energi tersebut dapat dimanfaatkan dengan mengaplikasikan Solar Cell dan Turbin Selain itu, Hy-Tech ini memiliki konsep budi daya yang lebih terkontrol dalam segi kualitas air, suhu, kadar Ph, oksigen, dan zat-zat lain karena setiap jenis ikan memerlukan perlakuan khusus. Hy-Tech ini disusun secara otomatis dengan mikrokontroler dan terintegrasi Internet Of Things (IoT) yang terhubung pada Smartphone.

 

 

Hy-Tech didesain praktis, aplikatif, dan inovatif untuk memudahkan dalam budi daya udang dengan komponen-komponen sebagai berikut:

1. Solar Cell (Sel surya)

Solar cell merupakan komponen aktif (Semikonduktor) yang memanfaatkan efek fotovoltaik untuk merubah energi surya menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya apabila permukaan solar cell dikenai cahaya, maka dihasilkan pasangan electron dan hole. Electron akan meninggalkan solar cell kemudian mengalir pada rangkaian luar sehingga timbul arus listrik.

2.Turbin Angin VAWT

Baca juga : Telkomsel Rombak Jajaran Direksi, Ini Daftarnya

Turbin angin merupakan teknologi energi alternatif yang mampu mengkonversi energi angin menjadi energi listrik. Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) merupakan turbin angin sumbu tegak yang gerakan poros dan rotor sejajar dengan arah angin, sehingga rotor dapat berputar pada semua arah angin. VAWT mempunyai kelebihan yaitu memiliki torsi tinggi sehingga dapat berputar pada kecepatan angin rendah.

3.Pengatur Listrik (Controller)

Pengatur listrik terdiri dari komponen seperti inverter, penstabil tegangan, dan kontroler. Inverter adalah sebuah rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Prinsip kerja dari sebuah inverter adalah menggabungkan sebuah rangkaian multivibrator yang dihubungkan dengan sebuah transformator penaik tegangan (Step up).

4.Pompa Sumersible

Pompa celup (submersible pump) adalah jenis pompa yang yang di rancang bekerja di dalam air atau cairan. Cara kerjanya mendorong sumber air ke permukaan berkat adanya perangkat Impeller yang memutar di dalam casing. Putaran tersebut dihasilkan oleh motor listrik yang berada didalam mesin. Pompa ini banyak digunakan pada sistem drainase, sumur bor, irigasi pertanian, dan kolam perikanan (Amsari,2019).

5.Mikrokontroler NodeMCU

NodeMCU merupakan salah satu bagian dari keluarga ESP8266 yang sudah dilengkapi dengan minimum system serta usb uart yang memudahkan kita untuk menggunakan dan memasukan program pada modul tersebut. Dengan beragam kelebihan tersebut membuat modul ini sangat cocok untuk kalian pilih sebagai mikrokontroler system IoT (Internet of Thing) tanpa ribet memasangkan usb uart ke perangkat modul ESP8266 tersebut (Rahmat, 2020).

6.Internet of Things

Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep di mana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia atau dari manusia ke komputer (Burange & Misalkar, 2015).

Baca juga : Ayo, Ada Yang Bisa Jadi Juru Selamat?

Internet of Things (IoT) menggunakan beberapa teknologi yang secara garis besar digabungkan menjadi satu kesatuan, diantaranya sensor sebagai pembaca data, koneksi internet dengan bebarapa macam topologi jaringan, Radio Frequency Identification (RFID), wireless sensor network dan teknologi yang terus akan bertambah sesuai dengan kebutuhan (C. Wang et al., 2013).

 

 

Adsense

1. Hy-Tech berpenggerak tenaga listrik yang di hasilkan dari energi Hybrid yaitu Solar cell yang memanfaatkan panas matahari dan Turbin VAWT dengan tenaga angin.

2. Setelah Hy-Tech mendapat energi listrik, maka mesin akan menyala. Pada saat mesin pompa submersibel menyala maka sensor suhu, sensor pH, dan sensor kadar oksigen akan berkerja.

3. Sistem vakum akan bekerja untuk menghasilkan oksigen (gelembung) dengan cara kerja yaitu air keluar dari pompa air submersible dan masuk ke sistem vakum. Pada ruang vakum 1, air bercampur dengan udara karena adanya gaya vakum, sedangkan ruang vakum 2 juga terjadi gaya vakum yang menghisap udara. Setelah itu, oksigen (gelembung) muncul lebih banyak karena melewati 2 sistem vakum yang nantinya dimanfaatkan sebagai penyuplai oksigen bagi ikan.

4. Hasil dari sensor suhu, sensor pH, dan sensor kadar oksigen (nomor 2) dapat di baca melaui smartphone untuk mengetahui kualitas air dan pembudidaya dapat memantau jika ada masalah pada Hy-Tech dengan mudah serta lebih efisien.

 

 

Baca juga : MNC Vision Genjot Produksi Dokumenter Bisnis Brand Lokal

Keunggulan Hy-Tech sebagai penyuplai oksigen untuk budi daya udang, antara lain:

1. Tidak menimbukan polusi dan merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan.

2. Energi terbarukan (Renewable Energy).

3. Sistem berbasis Internet Of Things (IoT).

4. Cara perawatan dan penggunaan alat yang mudah karena berbasis controller yang hanya membutuhkan satu orang operator.

5. Waktu yang lebih optimal dan dapat digunakan dalam waktu lama karena tidak mengalami over head.

6. Harga mesin yang lebih terjangkau untuk para pembudidaya dan kalangan pengusaha skala UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Inovasi pemanfaatan energi surya dan energi angin pada Hy-Tech aerator ini dapat diterapkan dengan memasang panel surya pada kolam budi daya tambak untuk menyerap energi panas matahari. Sedangkan turbin angin VAWT tipe Squirrel Cage Darieus yang digunakan untuk memanfaatkan energi angin.

Rancangan ini dapat dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak aerator tambak udang dan unit penerangan. Hy-Tech merupakan solusi teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mengatasi krisis BBM dalam budi daya udang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense