RM.id Rakyat Merdeka - PT Hero Supermarket Tbk membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa 7.000 karyawan Giant bakal kena PKH, menyusul bakal ditutupnya seluruh gerai supermarket tersebut pada akhir Juli nanti. Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto menegaskan, jumlah tersebut tidak akurat.
"Kami ingin menyampaikan jumlah karyawan terdampak dan jumlah gerai Giant yang diberitakan tidak akurat," katanya, dalam klasifikasi yang diterima RM.id, Kamis (3/6).
Saat ini, kata Diky, PT Hero Supermarket sedang menegosiasikan pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant dengan pihak ketiga yang tertarik. PT Hero Supermarket akan mengubah sejumlah gerai Giant menjadi IKEA atau Hero Supermarket.
"Namun, kami ingin mengklarifikasi, jumlah 395 gerai yang tercantum bukanlah gerai Giant saja. Melainkan mencakup jumlah gerai atas seluruh lini bisnis yang ada di bawah cakupan PT Hero Supermarket Tbk, termasuk Giant, IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Angka ini pun akan berkurang menyusul peralihan fokus yang sedang dilakukan perusahaan," terangnya.
Mengenai jumlah karyawan Giant yang terdampak, Diky menyebut, angka yang diberitakan sebelumnya tidak akurat. "Angka ini jauh melampaui fakta di lapangan dan dapat menimbulkan kekeliruan bagi pembaca," ucapnya.
Namun, PT Hero Supermarket belum dapat menginfokan jumlah karyawan dan gerai Giant yang terdampak secara rinci. Alasannya, sejumlah proses transisi masih belum terfinalisasi.
"Walau demikian, PT Hero Supermarket memastikan akan berusaha sebisa mungkin untuk menempatkan sebanyak mungkin karyawan Giant yang terdampak ke bawah naungan lini bisnis kami lainnya yang kini menjadi fokus investasi kami. Yang menjadi prioritas bagi PT Hero Supermarket Tbk saat ini adalah memastikan seluruh karyawan yang terdampak diperlakukan secara adil, penuh empati, dan rasa hormat, serta mendapatkan kompesasi di atas jumlah yang dianjurkan di Undang-Undang Cipta Kerja," terangnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.