BREAKING NEWS
 

Diskusi Bareng Gibran

Bos OJK: Potensi Ekonomi Baru Topang Pertumbuhan Solo Raya

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 5 Juni 2021 17:03 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kanan) bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam Sarahsehan dan Koordinasi Pemulihan Ekonomi di Solo Raya, Jumat (4/6). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan stimulus restrukturisasi yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kawasan Solo Raya (Boyolali, Solo/Surakarta, Karanganyar, Klaten, Sragen, Sukoharjo dan Wonogiri) dinilai berjalan cukup baik. 

Ini terbukti, hingga 30 April 2020, nasabah yang terdampak Covid-19 di Solo Raya mencapai 163.939 debitor dengan nilai mencapai Rp 16,9 triliun. Di sektor perbankan, nasabah yang mengajukan restrukturisasi kredit akibat terdampak Covid-19 di Solo Raya mengalami penurunan sebesar 1,71 persen menjadi 153.620 debitor, dengan nilai kredit yang direstrukturisasi juga turun 1,45 persen atau mencapai Rp 14,9 miliar.

Di sektor pembiayaan, tercatat per 30 April 2021, debitor yang telah direstrukturisasi mencapai 84.537. Jumlah tersebut turun 1,71 persen, dengan nilai sebesar Rp 2,46 miliar.

Baca juga : Bos OJK Minta Solo Genjot Potensi Pertumbuhan Ekonomi

Sementara realisasi penempatan uang negara pada Bank Umum di Solo Raya hingga Maret 2021, sesuai PMK No.104/PMK.05/2020 mencapai 166.533 debitor dengan total plafon Rp 6,61 triliun. Selanjutnya untuk realisasi subsidi bunga BPR dan BPRS per Maret 2021 mencapai Rp 25,92 miliar total subsidi, sebanyak 31.550 rekening.

"Untuk stimulus penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Solo Raya saat pandemi cukup tinggi, sebesar Rp 91,3 miliar kepada 3.163.899 debitor," rinci Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Sarahsehan dan Koordinasi Pemulihan Ekonomi di Solo Raya, Jumat (4/6). Hadir juga  Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Bupati di kawasan Solo Raya.

Wimboh mengatakan, mulai melandainya tren restrukturisasi kredit sektor perbankan terdampak Covid-19 di Solo, menandakan bahwa aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak. Sehingga kemampuan pelaku usaha sudah mengarah menuju ke level normal, meskipun masih membutuhkan waktu untuk bisa kembali seperti masa sebelum pandemi.

Baca juga : KKP Dorong Perkuat Aktivitas Pelabuhan Di Sumbar

"Potensi ekonomi dan investasi di Solo Raya tentunya, harus berjalan seiring dengan program vaksinasi dibarengi kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat oleh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Sehingga mobilitas orang dan barang/jasa serta aktivitas perekonomian dapat terus bergerak. Bahkan menghasilkan multiplier effects, yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. 

Adsense

"Kolaborasi OJK, segenap pelaku industri keuangan dan seluruh pemangku kepentingan yang kuat di kawasan Solo Raya, menjadi modal berharga, untuk dapat membawa kembali perekonomian Solo Raya ke masa kejayaannya," tegas Wimboh.

Baca juga : Kapoksi Gerindra Tepis Komisi I Bakal Panggil Paksa Menhan

Wimboh menyebut, beberapa pembangunan infrastruktur di Solo, diproyeksi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi signifikan bagi Solo Raya, dengan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Di antaranya pembangunan jalan tol Yogya-Solo, ring road kawasan selatan Solo, pembangunan Pasar Jongke, renovasi terminal Tirtonadi dan beberapa proyek lainnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense