BREAKING NEWS
 

BI: Penjualan Eceran Juni Diramal Melambat, Ini Penyebabnya

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 9 Juli 2021 11:02 WIB
Bank Indonesia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) pada Mei 2021 mencatat responden memprakirakan kinerja penjualan eceran secara tahunan tumbuh melambat pada Juni 2021.

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2021 sebesar 202,3 atau secara tahunan diprakirakan tumbuh 4,5 persen (yoy). Angka tersebut tidak setinggi pertumbuhan Mei sebesar 14,7 persen. 

Baca juga : BI: Penyaluran Kredit Bank Mulai Positif

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, mayoritas kelompok tercatat mengalami perlambatan, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, dan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. “Sementara penjualan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi mengalami kontraksi,” ujarnya, Jumat (9/7).

Adsense

Secara bulanan, penjualan eceran Juni 2021 diprakirakan terkontraksi sebesar -11,1 persen (mtm). Responden menyatakan penurunan tersebut sejalan dengan kembali normalnya konsumsi masyarakat pasca-HBKN Idul Fitri, khususnya pada Subkelompok Sandang dan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

Baca juga : Dukung Penutupan Sementara Rumah Ibadah, JK: Jaga Keselamatan Sesama

Sedangkan pada Mei 2021, responden mengindikasikan kinerja penjualan eceran baik secara bulanan dan tahunan mencatat pertumbuhan positif. Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2021 tumbuh 3,2 persen (mtm) dan 14,7 persen (yoy), meskipun tidak setinggi 17,3 persen (mtm) dan 15,6 persen (yoy) pada April 2021. 

Responden menyampaikan perlambatan kinerja penjualan eceran terutama disebabkan oleh permintaan yang tidak setinggi pada Ramadan, serta pembatasan mobilitas saat HBKN Idul Fitri sejalan dengan pengendalian Covid-19. “Perlambatan terutama terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dan Subkelompok Sandang,” ujarnya.

Baca juga : Mulai 28 Juni, Selama 30 Hari Ini Larangan Di Kota Bangkok

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November) diprakirakan melambat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang (Agustus) sebesar 124,4, menurun dari bulan sebelumnya, didukung oleh distribusi barang semakin lancar. 

Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang (November) sebesar 119,9. Atau lebih rendah dari capaian pada bulan sebelumnya sebesar 134,0 didukung oleh distribusi barang yang lancar dan pasokan yang cukup. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense