Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dukung Penutupan Sementara Rumah Ibadah, JK: Jaga Keselamatan Sesama

Kamis, 1 Juli 2021 18:39 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla. (Foto: Ist)
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mendukung langkah pemerintah menutup sementara rumah ibadah dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan pada 3-20 Juli 2021.

JK menilai, keputusan itu merupakan langkah tepat untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Soalnya, rumah ibadah merupakan salah satu tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan, sehingga dapat mempercepat laju penyebaran Covid-19.

Sementara salah satu cara untuk menghentikan laju dari penularan Covid ini adalah membatasi kerumunan.

Berita Terkait : Kadin DKI Yakin Penetapan Arsjad Jadi Ketum Sesuai Aturan

"Hanya itu cara yang efektif. Salah satu tempat orang berkumpul adalah rumah ibadah, karena itulah maka peraturan dalam PPKM yang akan berlaku ini di mana rumah ibadah akan ditutup itu adalah salah satu cara yang baik untuk melindungi kita semua," ujar JK, di kediamannya Jalan Brawijaya No. 6, Kebayoran baru Jakarta Selatan, Kamis (1/7).

JK mengingatkan, dalam ajaran Islam, menjaga keselamatan sesama merupakan hal yang paling utama. Dia pun mengimbau umat Islam di Indonesia mematuhi peraturan dari pemerintah tersebut.

"Diharapkan tidak berkumpul di masjid demi keselamatan sesama," imbuh mantan wakil presiden (wapres) ini.

Berita Terkait : Pertamina Salurkan Modal Usaha Kepada Ribuan UMKM Sektor Perikanan

Namun demikian JK berharap, perangkat masjid, terutama muadzin, tetap menggelar adzan sesuai waktu sholat. Marbot juga diharapkan tetap ke masjid sebagaimana hari biasa.

Dalam waktu dekat, Idul Adha akan datang. Jika penularan virus Corona masih terjadi, JK menyarankan pelaksanaan shalat Id dilakukan di rumah saja. Atau setidaknya, pada tempat-tempat terbatas. "Dalam agama diizinkan untuk itu. Ini untuk keselamatan kita semua," tutur JK.

Dia meminta masyarakat menerima jika pemerintah memutuskan pelaksanaan shalat Id di masjid ditiadakan. Diingatkannya kembali, hal itu dilakukan demi kebaikan dan keselamatan sesama.

Berita Terkait : Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PUPR Rampungkan Tiga Bendungan

"Jadi kita harus terima dengan baik, dengan besar hati. Ibadah itu dapat dilakukan di mana-mana, bisa dilakukan di masjid dan di rumah sendiri," tandasnya. [OKT]