Sebelumnya
“Pembentukan holding ini juga diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas. PGE menjadi kandidat terkuat (pimpinan holding), karena mereka BUMN pengelola PLTP terbesar di antara yang lainnya,” terangnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Apalagi, lanjut dia, Indonesia sedang membutuhkan sumber energi baru dan terbarukan. Maka prospek kehadiran Holding Geothermal akan positif bagi penggunaan green energy di Indonesia.
Meski begitu, Toto mengingatkan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan holding ini. Terutama yang berhubungan antara PGE dengan PLN. PGE harus bisa mengembangkan hubungan yang harmonis dengan PLN secara win-win solution.
Baca juga : Pembelian Oxford United Dituntaskan, Erick Dan Anindya Bakal Kuasai 51 Persen Saham
“Perlu diperhatikan juga apabila status BUMN dari Geo Dipa diturunkan jadi anak perusahaan, apakah izin kuasa sebagai pengelola PLTP masih bisa jalan,” tanyanya.
Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengungkapkan, tahap pembentukan Holding BUMN Geothermal sudah difinalisasikan tim teknis.
“Dalam proses pendirian holding Pemerintah tetap mempertimbangkan langkah terbaik,” ujar Riki dalam diskusi yang sama.
Baca juga : Bamsoet Minta Kemenkes Optimalkan Pemberian Vaksin Booster Bagi Nakes
Sementara Senior Vice President Downstream, Gas, Power, New Renewable Energy (NRE) Business Development & Portofolio Pertamina Aris Mulya Azof mengatakan, mereka menargetkan bisa mengerek kapasitas PLTP dari semula 672 MW menjadi 1.128 Mega MW pada 2026.
“Pertamina sudah cukup lama mempunyai keahlian dan kemampuan di bidang panas bumi dan kami juga mempunyai banyak wilayah kerja panas bumi,” kata Aris.
Program pengembangan panas bumi ini merupakan salah satu bagian dari rencana jangka panjang pengembangan EBT Pertamina. Karena itu perseroan sudah mengalokasikan lebih dari 9 persen dari total capital expenditure (capex) tahun 2020-2024. Alokasi capex sekitar 9 persen tersebut setara 8 miliar dolar AS (Rp 115,86 triliun). [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.