BREAKING NEWS
 

Holding Panas Bumi Terus Dimatangkan

Pertamina Geothermal Bakal Makin Perkasa

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Minggu, 1 Agustus 2021 05:20 WIB
Holding BUMN Panas Bumi Bakal Jadi Perusahaan Energi Terbesar Dunia. (Foto : Dok. pertamina).

 Sebelumnya 
“Pembentukan holding ini juga diharapkan bisa meningkat­kan efisiensi dan produktivitas. PGE menjadi kandidat terkuat (pimpinan holding), karena mereka BUMN pengelola PLTP terbesar di antara yang lain­nya,” terangnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Apalagi, lanjut dia, Indonesia sedang membutuhkan sumber energi baru dan terbarukan. Maka prospek kehadiran Holding Geo­thermal akan positif bagi penggunaan green energy di Indonesia.

Meski begitu, Toto mengingatkan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pembentu­kan holding ini. Terutama yang berhubungan antara PGE dengan PLN. PGE harus bisa mengembangkan hubungan yang harmo­nis dengan PLN secara win-win solution.

Baca juga : Pembelian Oxford United Dituntaskan, Erick Dan Anindya Bakal Kuasai 51 Persen Saham

“Perlu diperhatikan juga apa­bila status BUMN dari Geo Dipa diturunkan jadi anak perusahaan, apakah izin kuasa sebagai pengelola PLTP masih bisa jalan,” tanyanya.

Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengungkapkan, tahap pembentukan Holding BUMN Geother­mal sudah difinalisasikan tim teknis.

“Dalam proses pendirian hold­ing Pemerintah tetap mempertimbangkan langkah terbaik,” ujar Riki dalam diskusi yang sama.

Baca juga : Bamsoet Minta Kemenkes Optimalkan Pemberian Vaksin Booster Bagi Nakes

Sementara Senior Vice Presi­dent Downstream, Gas, Power, New Renewable Energy (NRE) Business Development & Portofolio Pertamina Aris Mulya Azof mengatakan, mereka menarget­kan bisa mengerek kapasitas PLTP dari semula 672 MW men­jadi 1.128 Mega MW pada 2026.

“Pertamina sudah cukup lama mempunyai keahlian dan kemampuan di bidang panas bumi dan kami juga mempunyai banyak wilayah kerja panas bumi,” kata Aris.

Program pengembangan pa­nas bumi ini merupakan salah satu bagian dari rencana jangka panjang pengembangan EBT Pertamina. Karena itu perseroan sudah mengalokasikan lebih dari 9 persen dari total capital expen­diture (capex) tahun 2020-2024. Alokasi capex sekitar 9 persen tersebut setara 8 miliar dolar AS (Rp 115,86 triliun). [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense