Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mensos Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Narkoba

Jumat, 9 Juli 2021 15:12 WIB
Mensos, Tri Rismaharini
Mensos, Tri Rismaharini

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini mengajak semua pihak menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan Narkotika dan Zat Aditif Lain (Napza). 

Penyelamatan generasi muda tidak hanya di pundak Pemerintah melainkan juga tugas segenap elemen bangsa.

Menteri dari PDI Perjuangan ini mengingatkan, saat ini sebanyak 3,6 juta orang menjadi korban penyalahgunaan Napza. 

Dalam kajian Badan Narkotika Nasional (BNN), angka penyalahgunaan Napza tidak menunjukkan tanda-tanda melandai di era pandemi Covid-19, satu tahun terakhir. 

Berita Terkait : Pelni Sediakan Layanan Vaksinasi Di 4 Pelabuhan

Sejalan dengan arahan Mensos, Kementerian Sosial akan meningkatkan penyuhan edukasi terhadap masyarakat tentang bahaya Napza. 

Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kemensos, Syahabuddin menyatakan, penyuluh sosial  memiliki peran penting dalam penanganan Napza di Indonesia.

“Penyuluh sosial merupakan ujung tombak dalam penyampaian informasi kepada masyarakat terkait bahaya penyelahgunaan Napza. Penyuluh sosial harus lebih intensif memberikan edukasi dan mendisimenasi informasi, memberikan layanan responsif  maupun asistensi kepada masyarakat,” kata Syahabuddin webinar dengan tema 'Waspada Penyalahgunaan Narkoba di Tengah Pandemi Covid-19,' Jumat (9/7).

Berdasarkan data BNN, terdapat peningkatan signifikan terhadap jumlah barang bukti Napza yang disita. Pada tahun 2021 dalam kurun waktu 3 bulan saja, BNN telah menyita sebanyak 808,67 kilogram narkoba jenis sabu dan ganja sebanyak 3.462,75 kilogram.

Berita Terkait : Polisi Tetapkan Nia Ramadhani Dan Ardi Bakrie Tersangka Kasus Narkoba

Dalam kesempatan sama, Syahabuddin juga menekankan bagaimana penyalahgunaan narkoba mampu merusak karakter sejati dari bangsa Indonesia.

“Napza adalah penyakit yang harus hilang dari Bumi Indonesia. Penyakit yang mematikan karakter orang Indonesia. Membunuh potensi-potensi pemuda kita untuk menjadi pemimpin ke depan,” kata Syahabuddin.

Dalam penangan korban penyalahgunaan Napza, Kemensos melihat pentingnya membangun strategi rehsos berbasis keluarga. Survei menunjukkan keluarga bisa menjadi instrumen, dalam upaya rehabilitasi sosial dan pencegahan. Agar muncul resiliensi dari anggota masyarakat itu sendiri

Kemensos juga menyelenggarakan program rehabilitasi sosial terhadap Korban Penyalahgunaan Napza (KPN), agar KPN mampu melaksanakan keberfungsian sosialnya, meliputi kemampuan melaksanakan peran, memenuhi kebutuhan, memecahkan masalah dan aktualisasi diri, dan terciptanya lingkungan sosial yang mendukung keberhasilan rehsos KP Napza. 

Berita Terkait : KPK Dalami Penerimaan Gratifikasi Aa Umbara Dari Banyak Instansi Di Bandung Barat

Salah satu metode rehsos bagi KPN adalah Theraupetic Community (TC). Yakni metode rehsos yang ditujukan pada korban penyalahguna napza yang merupakan sebuah keluarga. Terdiri atas orang-orang yang mempunyai masalah dan tujuan yang sama. Yaitu untuk menolong diri sendiri dan sesama yang dipimpin seseorang dari mereka. Sehingga, terjadi perubahan tingkah laku dari negatif ke positif. [DIR]