RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank menghadirkan pogram Desa Devisa merupakan upaya pengembangan masyarakat dengan mengedepankan keunikan komoditas.
Hal ini menyusul pasca diluncurkannya Desa Devisa Kopi di Subang bekerja sama dengan Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) pada 12 Juli 2021 lalu. Desa Devisa ini menjadi desa ketiga yang telah diluncurkan LPEI sejak tahun 2019.
Baca juga : Ini Penjelasan Kemenpora Soal Paskibraka Asal Sulbar Yang Gagal Ke Jakarta Karena Covid
Adapun produk kopi dengan varietas arabika (java preanger) dan robusta dengan cita rasa tersendiri yang berasal dari ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut menjadi keunikan dari Desa Devisa Kopi Subang ini.
Untuk itu, LPEI memberikan jasa konsultasi, dalam bentuk pendampingan kepada 208 petani di enam desa yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti, dan Pasanggrahan. Pendampingan dan pelatihan yang diberikan mulai dari aspek produksi hingga mekanisme ekspor yang diharapkan dapat membantu menciptakan komoditi yang berkualitas dengan daya saing yang tinggi.
Baca juga : Sandi Ajak Semua Pihak Kembangkan Desa Wisata
Direktur Eksekutif LPEI, D James Rompas mengaku yakin dan optimistis dengan potensi Subang akan komoditas kopinya. Ia berharap, melalui program pelatihan selama enam bulan ke depan dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga kualitas biji kopinya juga dapat memenuhi kebutuhan ekspor.
"Semoga kolaborasi yang terjalin antara Koperasi Gunung Luhur Berkah dan Pemerintah Daerah Subang dapat menjadi salah satu solusi awal di tengah kondisi pandemi yang kita hadapi,” ujar James dalam keterangan resminya, Selasa (3/8).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.