Sebelumnya
Sementara itu Ketua Poktan Penangkar Benih GLB Erni Fitriani mengaku bersyukur, program ini dapat semakin menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar. Ke depan ia berharap, dengan program Desa Devisa, mereka akan diberikan bantuan akses permodalan untuk pembenihan.
"Ini supaya lebih besar dan hasil panennya nanti dapat dimanfaatkan untuk memenuhi pasar lokal dan pasar internasional," harapnya.
Baca juga : Ini Penjelasan Kemenpora Soal Paskibraka Asal Sulbar Yang Gagal Ke Jakarta Karena Covid
Senada, anggota kelompok tani penangkar benih GLB, Ceu Bedah mengatakan, adanya program Desa Devisa, ibu-ibu di sini bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekolah anak. "Saya berharap ke depannya juga bisa nabung untuk umroh," ucapnya.
Komitmen dan ajakan juga disampaikan Bupati Subang H Ruhimat. Ia mengajak, agar para petani yang mengikuti pendampingan, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan dampak positif bagi para petani.
Baca juga : Sandi Ajak Semua Pihak Kembangkan Desa Wisata
"Saya berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, yaitu petani kopi Subang menjadi maju dan lebih sejahtera," ujur Ruhimat.
Kopi Subang mendunia dan menjadi jalan kesejahteraan masyarakat Subang. Pihaknya mengapresiasi program Desa Devisa yang diinisiasi oleh LPEI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.