RM.id Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk meluncuran Program Transformasi Waskita Karya dengan tagline #WarisanKita. Dalam program tersebut ada tiga pilar yang dijunjung: Portfolio & Innovation, Lean, dan Digitalization. Hal tersebut diharap menjadikan Waskita Karya perusahaan yang jauh lebih kuat dan sustainable.
President Director Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mengatakan, saat kondisi yang naik turun saat ini, mengharuskan perusahaan untuk melakukan perubahan cara pikir, strategi serta mindset yang perlu dilakukan secara totalitas. "Tujuannya, agar Waskita dapat terus meningkatkan daya saing serta terus dapat beradaptasi melakukan perbaikan mengikuti perkembangan zaman," ujarnya, Rabu (18/8)
Hal inilah yang menjadi dasar dilakukannya program Transformasi Waskita Warisan Kita, yang sebelumnya sudah diawali melalui perubahan budaya atau core value Waskita dari IPTEx menjadi AKHLAK. Ia menuturkan, Waskita, sudah mengalami evolusi dengan berbagai lini bisnis usahanya. Dimana Waskita awalnya merupakan kontraktor air, lalu berkembang menjadi general kontraktor.
Diijelaskan Destiawan, usaha Waskita mengalami penurunan pada masa krisis Tahun 1998, dan akhirnya bangkit kembali dengan bisnis jalan tolnya sampai dengan kondisi Waskita saat ini.
Baca juga : Sudah Bertemu Beberapa Kali, JK Percaya Taliban Lebih Moderat
Kondisi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 1,5 tahun belakangan ini, membuat kinerja keuangan Waskita berdampak. Maka Waskita diharuskan untuk melakukan portfolio innovation melalui 8 stream penyehatan keuangan.
Beberapa di antaranya ada divestasi jalan tol, pengajuan penjaminan pemerintah untuk surat utang Waskita, restrukturisasi keuangan Waskita induk, restrukturisasi keuangan anak usaha, penyelesaian jalan tol khusus, pengajuan PMN, transformasi bisnis, dan implementasi tata kelola dan manajemen resiko.
“Diharapkan dengan dilakukannya portfolio innovation dari segi bisnis ini, Waskita dapat kembali menjadi perusahaan yang sehat secara operasional dan sehat secara keuangan," harapnya.
Ke depan, perbaikan-perbaikan ini akan diikuti juga dengan berbagai program transformasi Waskita di pilar-pilar lain, yaitu di Lean dan Digitalization. Selain itu juga salah satu target transformasi Waskita ini, yaitu menjadi nomor satu di sektor EPC (Engineering, Procurement dan Construction). Untuk mencapai hal tersebut, Destiawan menegaskan terdapat pondasi utama yang harus dilaksanakan, yaitu Portfolio & Innovation, Lean, dan Digitalization.
Baca juga : PUPR Targetkan PLBN Long Nawang Rampung Desember 2022
Pondasi inilah yang akan menjadi pilar dari rumah yang dibangun dengan tujuan transformasi, sehingga visi dan misi perusahaan bisa tercapai lebih cepat dan terintegrasi.
Destiawan menyebut, adapun dukungan yang diperlukan untuk menjalankan tujuan transformasi adalah melakukan restrukturisasi keuangan, memahami dan mengendalikan berbagai risiko, mengembangkan talenta yang tepat serta menerapkan budaya AKHLAK.
Pada kesempatan ini pula, Destiawan menjabarkan, turunan dari pilar Transformasi Waskita. Turunan tersebut dari 18 program yang dibagi menjadi dua, yaitu Program Bisnis dan Program Enabler. Di mana untuk Portfolio & Innovation itu agar menjadi National Champion di sektor sumber daya air dan bandara, serta menjadi kontraktor 3 besar pada sektor pengembangan jalur kereta api.
Lalu Lean mencakup construction, design, dan procurement booster untuk meningkatkan keunggulan kompetitif, efisiensi dan efektivitas dalam operasional perusahaan. Sedangkan Digitalization merupakan keharusan dalam sebuah sistem untuk mendorong Waskita menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, meningkatkan produktivitas serta efisiensi dalam proses bisnis.
Baca juga : Vaksinasi Booster Ke Nakes Ditargetkan Rampung Pekan Kedua Agustus
Lalu untuk program enabler mencakup restrukturisasi keuangan, penguatan enterprise risk management, dan digitally enabled execution machine. Adapun Transformasi Waskita ini nantinya akan dilakukan menjadi 3 fase.
Dijelaskan Destiawan, untuk fase yang pertama bertujuan membangun kepercayaan para stakeholder perusahaan melalui beberapa program seperti sentralisasi procurement, penandatanganan MRA restrukturisasi keuangan dan beberapa program lain.
Fase yang kedua sambungnya, akan fokus untuk pelaksanaan konstruksi yang excellence sehingga menjadi E&C engine yang unggul secara operasional. Lalu pada fase yang terakhir, diharapkan nantinya Waskita sudah menjadi ASEAN leader pada segmen infrastruktur air dan bandara, memiliki end-to-end bisnis yang sudah terdigitalisasi.
"Serta memiliki struktur keuangan yang baik untuk mengelola portofolio investasi, serta menanamkan budaya risiko di dalam organisasi,” tuturnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.