RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan program konversi motor dengan bahan bakar minyak (BBM) menjadi mengonsumsi listrik. Hal ini diharapkan bisa mempercepat penerapan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, biaya untuk program konversi ini sekitar Rp 10 juta per unit.
Baca juga : INKA Bangun Prototype KA Cepat Makassar-Parepare Di 2022
“Kalau produksi skala besar, tentu akan lebih murah dan lebih efisien. Sekarang masih 10 juta. Lumayan bagus, masuk bengkel butut tapi keluar lebih mulus,” ujarnya dalam Launching Pilot Project Program Konversi Sepeda Motor BBM Ke Listrik, kemarin.
Program konversi ini masih tahap uji coba, belum dibuka untuk umum. Proyek ini dilakukan di Bengkel Resmi Konversi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan EBTE di Gunung Sindur, Bogor. Pilot Project ini menargetkan mengkonversi 100 unit sepeda motor. Hingga 17 Agustus, ESDM sudah menyerahkan 17 motor. Dari jumlah itu, 10 di antaranya sudah selesai.
Baca juga : Perkuat Pasar, BSI Buka Kantor Di Kementerian PUPR
Menurutnya, Pemerintah terus tancap gas melakukan percepatan penerapan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Pemerintah menargetkan sebanyak 13 juta sepeda motor listrik dan 2,2 juta mobil listrik pada 2030. Hal ini tercantum dalam Grand Strategi Energi Nasional (GSEN). Target ini diharapkan bisa mengurangi konsumsi BBM sebesar 6 juta kilo liter (kl) per tahun dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 7,23 juta ton CO2e.
Mantan Dubes Indonesia untuk Jepang ini berharap, program konversi ke motor listrik ini bisa menjadi pionir dan penggerak bagi penciptaan lapangan kerja serta UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) baru. Kemudian, juga keterampilan baru bagi generasi muda bangsa, para siswa SMK/vokasi, teknisi bengkel dan lainnya.
Baca juga : Pemerintah Komit Kembangkan Industri Sawit Berkelanjutan
“Diharapkan ke depan kolaborasi dapat terus berjalan untuk konversi moda transportasi lainnya,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.