BREAKING NEWS
 

Jaga Rupiah, BI Tahan Suku Bunga Di Level 3,5 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 19 Agustus 2021 15:40 WIB
Rupiah dan dolar. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memutuskan kembali mempertahankan bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (repo rate) sebesar 3,5 persen.

Sedangkan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen. Keputusan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Agustus 2021.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Baca juga : Masih Lemes, Rupiah Belum Bisa Move On

"BI juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut," tegas Perry dalam pengumuman hasil RDG BI Agustus 2021 secara virtual, Kamis (19/8).

Beberapa upaya yang dilakukan BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan adalah, pertama, melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Adsense

Kedua, BI juga melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif. Ketiga, mendorong intermediasi melalui penguatan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan penekanan pada transmisi SBDK pada suku bunga kredit baru khususnya segmen KPR. 

Baca juga : Tahun Ini, Tingkat Kepatuhan Anggota DPR Setor LHKPN Cuma 55 Persen

Langkah keempat, kata Perry, BI mengakselerasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk QRIS antarnegara, dan mendorong implementasi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) untuk perluasan integrasi ekonomi dan keuangan digital.

Selanjutnya kelima, menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran serta mendukung program Pemerintah melalui kerja sama pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah. 

Keenam, BI memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait. 

Baca juga : Jelang Liga 1, Rashid Siap Genjot Stamina Di Persib

"Pada Agustus dan September 2021, akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Uni Emirat Arab, ChinaAustralia, Swedia, Inggris, Singapura, dan Malaysia," jelas Perry.

BI sambung dia, juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk optimalisasi implementasi paket kebijakan terpadu KSSK. Terutama dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas, termasuk UMKM. 

Bank sentral meningkatkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk koordinasi kebijakan moneter-fiskal, kebijakan untuk mendorong ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense