RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (Garpu) Jufri Lumintang mengapresiasi kebijakan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kebijakan itu berbuah manis, terbukti dengan menurunnya angka sebaran infeksi Covid-19.
"Keberhasilan penerapan PPKM Darurat tersebut berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi warga, khususnya para pelaku UMKM, yang sejak awal pandemi pada Maret 2020 mengalami tekanan yang luar biasa," ujarJufri usai kegiatan deklarasi dan pelantikan Pengurus DPP Garpu, di Aula Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem, Jakarta, Sabtu (18/9).
Menurut Jufri, berdasarkan data BPS sepanjang Juli-Oktober 2020, ada sekitar 60 juta pelaku UMKM yang mengalami dampak pandemi Covid-19. Dari data itu, 42 persen pelaku UMKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan, akibat menurunnya daya beli masyarakat selama pandemi.
Baca juga : Kapolda Apresiasi Program ADWI 2021 Untuk Bangkitkan Ekonomi Jabar
"Selama penerapan PPKM darurat, sebagaimana data dan observasi kami terhadap teman-teman pelaku UMKM, kondisinya lebih memprihatinkan. Banyak yang menutup usaha karena omsetnya turun drastis antara 50-70 persen. Bayar gaji karyawan aja berat,” paparnya.
Beruntung, lanjut dia, dampak pengetatan PPKM berbanding lurus dengan penurunan angka Covid-19. "Kami berikan apresiasi terhadap Pak Jokowi dan Gugus Tugas Covid-19. Kami berharap aktivitas pelaku UMKM bisa dioptimalkan lagi untuk merestorasikan dan meningkatkan performa kegiatan pelaku UMKM,” sambung pengusaha ini.
Jufri mengungkapkan, ada dua cara untuk membangkitkan performa dan intensitas aktivitas UMKM ke depan.
Baca juga : Beroperasi 2023, Kilang Cilacap Bakal Bangun Terminal Gas Alam Cair
Pertama dari pendekatan pandemi, Presiden Jokowi dan kementerian terkait diminta untuk tetap melakukan pengetatan di berbagai akses masuk internasional, baik dari bandara dan pelabuhan.
Menurutnya, peningkatan infeksi Corona Varian Delta pada Juli lalu terjadi lantaran screening pendatang asing tidak berjalan baik. Varian Delta dari India akhirnya tak terbendung dan menyebankan lonjakan kasus.
"Oleh karena itu ke depan ini harus lebih ketat. Entah itu mekanisme pemeriksaan medisnya, atau durasi isolasi pendatang diperpanjang mengingat sekarang ini evolusi Covid-19 memunculkan varian-varian virus yang baru dan lain-lain," tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.