Sebelumnya
Secara rinci, jumlah penerima Program Kartu Prakerja di DIY mengalami peningkatan. Dari 98.619 penerima pada 2020, menjadi 149.557 penerima pada 2021.
“Saya sangat mengapresiasi para alumni Program Kartu Prakerja yang ulet dan tetap bersemangat, dalam mengembangkan kemampuannya di masa pandemi. Dengan memanfaatkan program yang diinisiasi pemerintah, dan melihat ini sebagai peluang,” ujar Menko Airlangga.
Lima kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki jumlah penerima tertinggi adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo.
Sebanyak 55 persen penerima Kartu Prakerja merupakan lulusan SMA/SMK. Dari segi usia, sebanyak 30 penerima berada pada usia 26 hingga 35 tahun.
Keberhasilan Program Kartu Prakerja sangat bergantung kepada bagaimana penerima memanfaatkan pelatihan yang ada.
Menko Airlangga mengajak seluruh penerima Kartu Prakerja agar menggunakan kesempatan ini untuk skilling, upskilling, dan reskilling.
Dalam diskusi santai tersebut, para alumni yang hadir berasal dari berbagai bidang mulai dari pemandu wisata, staf Tata Usaha di sebuah sekolah, pengajar lepas secara online, pekerja lepas pada sektor industri kreatif, karyawan perusahaan fintech, kuliner dan pemasaran digital.
Para alumni Program Kartu Prakerja di Yogyakarta ini membuktikan bahwa sertifikat dan manfaat yang didapat dari Program Kartu Prakerja tidak hanya bisa digunakan untuk berwirausah, tetapi juga bisa mendukung karir bagi mereka yang bekerja sebagai staf atau karyawan.
Baca juga : Erick: Indonesia Punya Kesempatan Besar, Jangan Disia-siakan
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyaluran KUR dari Bank BNI kepada debitur yang merupakan alumni Program Kartu Prakerja.
“Program Kartu Prakerja ini akan diteruskan tahun depan,” ungkap Menko Airlangga.
Bersamaan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-265 pada 7 Oktober 2021, Menko Airlangga hadir dengan harapan tema peringatan HUT Yogyakarta tahun ini yaitu Tanggap, Tanggon dan Tuwuh dapat menjadi prinsip yang diterapkan masyarakat Kota Yogyakarta dalam menghadapi masa pandemi.
Ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat Kota Yogyakarta untuk terus beradaptasi, kokoh dan terus berkembang menghadapi masa pandemi dan bisa kembali menguatkan ekonomi daerah. Khususnya, melalui sektor pariwisata, agar segera pulih seiring dengan pandemi yang mulai terkendali.
Baca juga : Otsus Papua Punya Manfaat Besar, Kekurangannya Bisa Diperbaiki
“Dalam Program Kartu Prakerja juga ada beberapa pelatihan yang bisa mendukung sektor wisata, misalnya Bahasa Inggris yang mana pelatihan ini bisa diambil untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para pemandu wisata," ujar Airlangga.
Pemerintah juga akan kembali membuka pelabuhan internasional di Bali dan Kepulauan Riau. Selain itu, juga ada beberapa event besar internasional, setelah PON yang akan diselenggarakan di Indonesia dan sudah disiapkan peraturannya dan tetap menjaga protokol kesehatan.
"Sehingga dengan dorongan ini, sektor pariwisata bisa di- jumpstart,” pungkas Menko Airlangga.
Anggota DPR Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan Vice President Hubungan Kelembagaan BNI turut hadir dalam kesempatan tersebut. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.