BREAKING NEWS
 

Binaan ECP Kemendag

UMKM Semarang Sukses Ekspor Furnitur Ke UEA

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 15 Oktober 2021 21:09 WIB
Pelepasan ekspor furnitur VC Mebel Internasional ke UEA, di Semarang, Rabu (13/10). (Foto: Dok. Kemendag)

 Sebelumnya 
Sementara, Arif berharap, pelepasan ekspor ini menjadi motivasi, khususnya bagi 25 peserta ECP tahun 2021 lainnya yang belum berhasil melakukan ekspor selama mengikuti ECP. Persentase ekspor furnitur ke UEA tercatat sebesar 0,93 persen dari total nilai ekspor furnitur Jawa Tengah pada periode Januari-Juli 2021. “Hal ini menandakan bahwa potensi ekspor furnitur ke UEA masih terbuka luas. Selain UEA, negara tujuan nontradisional yang cukup potensial bagi furnitur adalah Spanyol, Kanada, dan Swedia,” terangnya.

Owner sekaligus Komisaris CV Mebel Internasional Christianto Prabawa menerangkan, kenaikan biaya kontainer dan mahalnya logistik cukup memberi dampak pada daya saing produk ekspornya. Produknya harus menunggu 4-6 pekan untuk bisa dikirimkan. 

Baca juga : Kemendag Dorong Ekspor Produk Dekorasi Rumah Dan Furnitur Buatan UKM

Kenaikan biaya logistik juga memberikan importir kecenderungan untuk mendatangkan barang dari negara-negara yang dekat. Seperti halnya pembeli Eropa cenderung mendatangkan barang dari Eropa Timur dan pembeli Amerika Serikat mendatangkan barang dari Meksiko yang lebih murah. Belum lagi lonjakan harga barang-barang pendukung yang harus diimpor semakin memberatkan pihaknya. 

“Pihaknya sangat terbantu dengan program ECP, khususnya dalam mencari pembeli. Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan atas bimbingan dalam mengolah data, mencari kekuatan, mencari data calon pembeli, dan menawarkan produk sehingga membuahkan pembeli baru,” ucap Christianto.

Baca juga : Kemendag Genjot Ekspor Produk Salak Pondoh Ke Kamboja

ECP merupakan kegiatan pembinaan UMKM berorientasi ekspor dengan lama program setahun penuh dan telah dilaksanakan sejak 2010 oleh Balai Besar PPEI. Lingkup ECP mencakup peningkatan kualitas produk, kesiapan proses ekspor, pemasaran dan pencarian calon pembeli potensial, perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, desain dan kemasan produk untuk tujuan ekspor, serta pengembangan tim ekspor.

Pada 2021, ECP dilaksanakan di 10 kota, yaitu Semarang, Surabaya, Bandung, Bandar Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Banda Aceh, Serang, Samarinda, dan Makassar. Sebanyak 30 pelaku UMKM di setiap wilayah akan didampingi selama program berjalan. 

Baca juga : Kemnaker Dongkrak Peran dan Fungsi Pengantar Kerja

Pada masa pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi Covid-19, peserta ECP tetap mendapatkan pendampingan secara daring melalui webinar dan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) dari perwakilan perdagangan di berbagai negara. Selain itu, peserta pendampingan berkesempatan mengikuti kurasi pameran internasional.

Untuk wilayah Jawa Tengah, ECP 2021 tengah memasuki tahap keempat. Pada tahap ini, dilakukan kunjungan ke lokasi produksi peserta di seluruh wilayah Jawa Tengah. Kunjungan dilakukan pada 28-30 September 2021 lalu. Pelaksanaan ECP Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense