BREAKING NEWS
 

Meningkat Dibanding Tahun Lalu

BRI Salurkan Kredit Buat UMKM Rp 848 T

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Kamis, 28 Oktober 2021 06:50 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Diminati Investor Asing

Salah satu pendorong kinerja BRI juga datang dari aksi korporasi perusahaan pasca dilakukannya right issue, dalam rangka holding UMi. Right issue pada Agustus-September mencapai Rp 95,9 triliun, berhasil menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, ketujuh seAsia, dan ke10 terbesar di dunia. Menurutnya, BRI berhasil menghadapi kondisi menantang dengan capaian positif.

“Sehingga bisa ditarik kesimpulan BRI semakin sehat dan kuat. Karena ditempa oleh berbagai kesulitan, yang dihadapi dengan strategic response yang baik,” imbuhnya.

Baca juga : Rencakan Liburan Akhir tahun Lebih Hemat dengan Kartu Kredit BCA tiket.com

Wakil Dirut BRI Catur Budi harto menambahkan, tujuan dibentuknya holding UMi agar pelaku ultra mikro mendapatkan layanan yang lebih murah, cepat dan terjangkau.

“Integrasi tiga entitas ini membuat outlet mudah dijangkau masyarakat pelaku ultra mikro. Sehingga peluang naik kelas jadi lebih besar,” ujar Catur.

Ia bersyukur, proses right issue sudah berjalan baik. Dari nilai right issue sebesar Rp 95,9 triliun semuanya diborong investor atau oversubscribe. Sekitar Rp 41 triliunnya masuk ke cash modal BRI, yang nanti dimanfaatkan kembali untuk pengembangan UMi ini.

Baca juga : Kemenkop UKM Dorong Pembiayaan Syariah Buat UMKM

“Proses ini menjadi luar biasa. Di tengah pandemi juga terjadi kepercayaan dari investor asing, karena dari Rp 41 triliun itu, sekitar Rp 30 triliun berasal dari dana asing. Artinya, kepercayaan asing terhadap Indonesia masih tinggi,” ungkap Catur.

Holding UMi saat ini memiliki 58 unit Colocation dengan nama Senyum, yang merupakan sentral layanan UMi terpadu BRI, Pegadaian dan PNM. Tercatat hingga September 2021, per hari minimal 50 orang membuka tabungan emas, gadai dan cicilan emas.

Ia berharap, holding UMi ini terus memberikan harapan terciptanya efisiensi operasional dari sisi costnya. Pada Agustus 2021, Pegadaian mencatat Cost of Fund (CoF) mencapai 6 persen. Pasca holding, CoF turun ke 5,24 persen.

Baca juga : Gandeng Batumbu, CIMB Niaga Salurkan Pinjaman Ke UMKM Hingga Rp 50 M

Begitu juga dengan PNM. Sebelum holding, CoF mencapai 8,89 persen. Namun pasca holding turun menjadi 8,21 persen.

“Selanjutnya akan terus turun. Dengan turunnya biaya dana ini, kami merumuskan apa-apa saja yang bisa ditekan. Sehingga bisa menurunkan suku bunga pinjaman di kedua entitas tersebut,” pungkas Catur. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense