BREAKING NEWS
 

Laba CIMB Niaga Meroket 69 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 28 Oktober 2021 16:34 WIB
Bank CIMB Niaga. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga kuartal III-2021, PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 3,2 triliun atau tumbuh 69 persen.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M Siahaan mengatakan, pertumbuhan positif ini membuat perusahaan mampu mempertahankan double-digit ROE sebesar 10,8 persen. Dan pada aspek neraca keuangan, pihaknya berhasil meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,6 persen year on year (yoy) dengan rasio CASA sebesar 61,7 persen.

“Meskipun tren indikator Covid-19 yang membaik, kami tetap optimis dengan berhati-hati terhadap kinerja di masa mendatang,” kata Tigor, Kamis (28/10).

Baca juga : Layanan SIM Keliling Polda Metro, Yuk Cek Lokasinya Di Sini

Dari sisi Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat baik masing-masing sebesar 22,6 persen dan 76,7 persen hingga September 2021. Dengan begitu, total aset mencapai Rp 295,4 triliun, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Adsense

Total penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp 228,0 triliun dengan rasio CASA sebesar 61,7 persen. Adapun Giro dan Tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 8,5 persen yoy dan 11,7 persen yoy,  sejalan dengan komitmen bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

“Sebagai salah satu pelopor layanan keuangan digital terlengkap di Indonesia, Super App OCTO Mobile terus menyediakan solusi finansial yang relevan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam memenuhi beragam kebutuhan perbankan,” imbuhnya.

Baca juga : Kuartal III, Laba Zyrex Naik 34,5 Persen

Per 30 September 2021, transaksi finansial digital melalui OCTO Mobile meningkat sebesar 94,6 persen yoy. “Kami akan terus meluncurkan fitur-fitur baru untuk memenuhi kebutuhan seluruh segmen nasabah,” kata Tigor. 

Untuk Jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp 177,0 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis Consumer Banking yang tumbuh 5,7 persen yoy. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 8,1 persen yoy, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 13,4 persen yoy.

Di segmen perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp 35,4 triliun atau naik 8,6  persen yoy. Sedangkan DPK sebesar Rp 36,7 triliun atau tumbuh 4,6 persen yoy. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense