Sebelumnya
“Indonesia akan menyeimbangkan antara konservasi dan pemanfaatan yang berkelanjutan atas kekayaan alam dan lingkungan. Ini untuk berkontribusi pada upaya perubahan iklim dan generasi masa depan Indonesia serta dunia,” kata Luhut.
Pemerintah Inggris melalui Department for International Development (DfID) telah lama berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia mendukung kerja sama Pembangunan Rendah Karbon (PRK) dan perubahan iklim.
Baca juga : RI Dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Perbatasan
Pada 2011, DfID membentuk UK Climate Change Unit (UKCCU) untuk semakin memperkuat kerja sama di bidang perubahan iklim.
Beberapa proyek terkait perubahan iklim yang dilakukan UKCCU pada periode 2018- 2019 adalah, dukungan untuk penggunaan lahan hutan di Papua untuk ekonomi berkelanjutan sebesar 3,1 juta poundsterling. Serta pembangunan ekonomi Hijau di Papua senilai 2 juta poundsterling.
Baca juga : Wadubes Inggris Doakan Wakil Indonesia Bisa Terima Penghargaan Earthshot
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pengolahan baterai untuk kendaraan listrik jadi salah satu opsi pemanfaatan EBT, dan investasi hijau yang bisa meningkatkan perekonomian Indonesia.
“Indonesia memiliki cadangan bahan baku nikel yang cukup besar sebagai salah satu bahan baku utama produksi baterai listrik. Kita bisa jadikan ini keunggulan untuk menarik investasi dari luar negeri,” kata Mamit kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Ternyata, Ini Kunci Indonesia Bisa Tangani Covid-19 Dengan Baik
Mamit optimistis mimpi besar itu bukan hal yang mustahil terlaksana. Tinggal bagaimana implementasi dan pelaksanaan dari road map itu, sehingga bisa tercapai dan terealisasi. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.