RM.id Rakyat Merdeka - Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), YAPPIKA-ActionAid bersama mitra-mitra di berbagai daerah menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan publik mengenai pendidikan inklusif. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 24 April 2021 untuk pameran virtual, dilanjutkan dengan diskusi publik secara daring pada tanggal 1 dan 2 Mei 2021 melalui saluran Zoom.
Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid, Fransisca Fitri menyajikan fakta bahwa hasil penelitian YAPPIKA-ActionAid di 6 kabupaten/kota menunjukkan bahwa hampir 250 ribu atau 1 dari 5 ruang kelas SD Negeri di Indonesia dalam kondisi rusak, rawan roboh, lembab, dan berdebu. Kondisi ini menempatkan 1 dari 5 anak SD setiap hari terancam bahaya belajar di ruang kelas yang rusak. Data yang diolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menunjukkan bahwa setidaknya ada 150 ribu SD berada di kawasan rawan bencana. Sebanyak 36% SD Negeri di Indonesia juga tercatat tidak punya toilet yang layak.
Baca juga : Menteri Nadiem Ingin Wujudkan Gerakan Merdeka BelajarĀ
Menurutnya, Dengan dukungan penuh para mitra kerja kami di daerah, Uni Eropa (EU) serta dukungan korporasi dan dana publik, 5.362 anak-anak di 92 sekolah dampingan sudah merasakan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan bisa belajar dengan nyaman di kelas. Namun begitu, perjuangan kita masih panjang karena masih ada ribuan sekolah dengan kondisi tidak layak.
"Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hardiknas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai ajang pembelajaran dan sarana diskusi yang berkualitas untuk mempromosikan tata kelola dan akuntabilitas yang baik di sektor pendidikan di Indonesia, sejalan dengan pencapaian indikator #4 dari Sustainable Development Goals (SDGs) melalui keterlibatan masyarakat sipil yang aktif dalam proses pembangunan publik”, tutur Fransisca Fitri.
Baca juga : Wujudkan Pendidikan Bermutu Dan Merata, Sekolah Murid Merdeka Rilis PAUD Gratis
Sedangkan Diskusi publik dihelat sebagai puncak acara, yaitu pada tanggal 1-2 Mei 2021, dengan menghadirkan Duta Persahabatan YAPPIKA-ActionAid aktor Reza Rahadian, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khsusus Kementerian Pendidikan, Komunitas Sekolah SDN Ciluar 02 Bogor, Direktur Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA), Bupati Sambas, para Sahabat Sekolah Aman, serta para mitra kerja YAPPIKA-ActionAid dan anggota komunitas sekolah dari 6 kota di wilayah kerja YAPPIKA-ActionAid. [ARM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.