Sebelumnya
Menurut Nyoman, UNESCO menyebutkan bahwa sumber daya kapal karam sangat penting untuk sejarah maritim negara bersangkutan dan dapat menarik para penyelam dan penggemar sejarah untuk mendapatkan pengalaman dan mempelajari situs warisan bawah laut secara langsung.
Wali kota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim, dalam pidato yang dibacakan Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemaritiman dan SDM, Yakub Husain, menyatakan bahwa nilai tinggi yang dikandung benda muatan kapal tenggelam (BMKT) mendasari pemerintah untuk mengelola BMKT karena BMKT adalah milik bangsa dan identitas sebagai negara maritim.
Pihaknya menekankan bahwa BMKT memiliki nilai yang kompleks, tidak saja secara ekonomi tapi juga sejarah dan ilmu pengetahuan. Teka-teki mengenai perdagangan, teknologi perkapalan dan hubungan antar bangsa dapat terjawab melalui temuan kapal dan BMKT.
Kekayaan laut termasuk benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam merupakan sumber daya sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, dan ekonomi yang pemanfaatannya perlu dikelola untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan nasional.
Baca juga : Hijaukan Lingkungan, BLDF Tanami Trembesi di Tol Trans Sumatera
“Untuk mendukung Sail Tidore 2022, Saya berharap BRSDM dapat mendalami lebih jauh terkait dengan situs sejarah yang ditemukan, sehingga Tidore nantinya memiliki bukti fisik yang kuat adanya barang-barang peninggalan sejarah dari berbagai bangsa untuk memperkuat potensi situs kapal tenggelam terkait dengan arkeologi maritim,” ucap Yakub.
“Atas nama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, kami sampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada KKP yang telah melakukan riset terkait dengan situs-situs sejarah bawah laut mengenai kapal tenggelam dari berbagai bangsa termasuk bangsa Eropa, baik Spanyol maupun Portugis dalam pelayaran mengelilingi dunia," ujarnya.
Kepala LRSDKP Bungus, Nia Naelul Hasanah Ridwan, menerangkan bahwa pariwisata bahari merupakan segmen pariwisata terbesar, terutama untuk negara dengan pesisir dan pulau-pulau kecil yang mengandalkan ekosistem laut yang sehat.
Menurutnya pengembangan pariwisata harus menjadi bagian dari pengelolaan wilayah pesisir terpadu untuk membantu melestarikan ekosistem yang rapuh dan berfungsi sebagai wahana untuk mempromosikan ekonomi biru.
Baca juga : Komisaris Pelindo Jasa Maritim Cek Operasional Pelabuhan Belawan Sumut
Rangkaian kegiatan diseminasi meliputi paparan dan penayangan video bawah air temuan bersejarah Situs Soasio dan Situs Tongowai dan penjelasan tentang display sampel artefak bawah air atau Benda Muatan Kapal tenggelam (BMKT) yang diangkat dari Situs Soasio di perairan Kelurahan Soasio dari hasil survei dan ekskavasi bawah air oleh tim LRSDKP.
Untuk penyebarluasan hasil riset, BRSDM juga menyerahkan bahan-bahan materi display berupa poster, booklet, buku, storyline tentang informasi warisan bawah air Tidore, serta rekonstruksi kapal Trinidad.
Salah satu kapal dari 5 armada Spanyol ekspedisi Ferdinan Magellan dan Juan Sebastian Elcano yang mempunyai misi menjelajahi bumi mencari rempah ke Spice Islands atau Kepulauan Maluku dan tiba di Tidore 500 tahun lalu pada November 1521.
Sebagai informasi, riset arkeologi maritim di Tidore dilakukan untuk menindaklanjuti permohonan dari Walikota Tidore, Ali Ibrahim, pada tahun 2018 tentang dukungan riset bagi pengungkapan Sejarah Maritim terkait Ekspedisi Magellan-El Cano untuk mendukung peringatan Sail Tidore dan peringatan 500 tahun penjelajahan mengelilingi bumi yang dilakukan oleh 5 armada kapal Spanyol.
Baca juga : Wapres: Optimalkan Teknologi Untuk Pelayanan Publik
Kegiatan riset juga dilaksanakan untuk mengidentifikasi kondisi, profil, dan potensi situs kapal karam di perairan Kelurahan Tongowai dan Tanjung Soasio beserta kondisi lingkungannya untuk pengembangan wisata bahari dan penentuan upaya pelindungan maupun pelestariannya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, optimistis wisata bahari dapat menjadi pilihan utama masyarakat, pasalnya KKP memiliki pesisir dan ruang laut dari Sabang hingga Merauke yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata bahari.
Pengenalan BMKT sebagai salah satu sumber daya kelautan dan sejarah kemaritiman juga dilakukan sejalan dengan kebijakan yang digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, untuk mengelola sumber daya laut secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan ekonomi. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.