Sebelumnya
Ia melanjutkan, pentingnya peran ormas keagamaan juga dilandasi dengan bahayanya ideologi radikal terorisme sebagai gerakan politik, yang kerap memanipulasi agama untuk mengganti ideologi negara dengan ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila sebagai konsensus nasional. Ia menegaskan, tindakan, watak, dan aksi terorisme yang terjadi selama ini tentunya sangat bertentangan dengan nilai agama dan nilai kearifan lokal bangsa yang sangat multikultural.
Tak lupa, Nurwakhid juga mengingatkan kepada para peserta untuk terus meningkatkan upaya dan kewaspadaan. Sebab, meskipun kelompok seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Islamiyah (JI), dan Jamaah Ansyorut Daulah (JAD) sudah dibubarkan, namun ideologinya masih tersisa dan mengintai siapa pun yang lengah.
Baca juga : Temui Ganjar, Komnas HAM Minta Masalah Wadas Diselesaikan Dengan Humanis
“Sehingga penting ke depannya, untuk dibuat payung hukum atau peraturan yang melarang eksistensi setiap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Meskipun Pancasila sudah teruji dengan 15 kali pemberontakan yang gagal seperti PKI, DI/TII, PRRI-Permesta, RMS, dan lainya” tuturnya.
Nurwakhid mengajak seluruh seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif memutus celah dikotomi antara bernegara dan agama melalui kesiapsiagaan ideologi yang ditanamkan para ulama, tokoh masyarakat, ormas, maupun pemerintah daerah. Khusus kepada semua anggota Mathla’ul Anwar sebagai salah satu ormas besar di Indonesia, untuk bersama melakukan perlawanan semesta dalam mencegah penyebaran radikal terorisme dan untuk menata umat merekat bangsa seperti tema Rakernas kali ini.
Baca juga : Lawan Omicron, Kemenkumham Kalsel Gelar Vaksinasi Booster
“Matha’ul Anwar bisa aktif terlibat mendukung kesiapsiagaan ideologi, melalui vaksinasi ideologi dengan menanamkan nasionalisme dengan pendekatan agama (yang kaffah) kepada umat sehingga celah dikotomi antara bernegara dan agama hilang,” kata mantan Kabag Banops Densus 88 ini. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.