Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tak Perlu Resah, Apalagi Panik Dengan NeoCov

Kamis, 3 Februari 2022 09:00 WIB
Ilustrasi virus NeoCov. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi virus NeoCov. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum usai penderitaan masyarakat dunia karena Covid-19, kini ditemukan virus baru bernama Neoromicia Capensis atau NeoCov. Temuan oleh peneliti asal Wuhan, China, ini berasal dari kelelawar Afrika Selatan. NeoCov disebut mudah menular dan berisiko kematian.

Penelitian mengenai virus ini masih berlangsung. Namun, kabarnya NeoCov bukanlah bagian dari Covid-19 dan juga bukan varian terbaru.

Pandemictalks mengunggah deretan meme berkaitan dengan kemunculan varian baru Covid-19. “Aduh, ada virus mematikan baru lagi muncul??? Yuk, cek faktanya!,” ujarnya.

Berita Terkait : Tindak Pelaku Kekerasan Seksual, Aparat Jangan Tebang Pilih!

Dalam deretan memenya, pandemictalks menjelaskan kemunculan virus yang disebut-sebut berbahaya itu. Pada meme pertama, disebutkan Omicron belum kelar, China peringatkan virus baru: NeoCov.

Menurut Pandemictalks, virus NeoCov adalah kerabat dekat virus penyebab infeksi saluran pernapasan Timur Tengah, MERS-Cov (Middle East Respiratory Syndrome).

MERS merupakan virus yang merebak di Arab Saudi pada 2012. Virus ini menyebabkan demam, batuk, hingga gangguan pernapasan.

Berita Terkait : Gandeng Perusahaan Turki, Gobel Group Bangun Industri Pangan Terpadu

NeoCov disebut memiliki potensi menyebabkan masalah apabila menular ke manusia. Sejauh ini, NeoCov masih berdasarkan penilitian laboratorium. NeoCov ditemukan beredar di antara kelelawar. Belum ada kasus penularan NeoCov dari hewan ke manusia dalam dunia nyata.

“Tak perlu resah dan khawatir berlebih, karena sampai saat ini belum ada bukti bahwa NeoCov merupakan ancaman bagi masyarakat,” katanya.

Pandemictalks juga memberi pesan untuk masyarakat. Sebaiknya tetap fokus disiplin protokol kesehatan (prokes) dan tak perlu resah apalagi panik dengan NeoCov. Fokus saja pada Covid-19 yang masih berlangsung.

Berita Terkait : Riza Berpeluang Besar Menangi Pillgub DKI 2024

“Pakai masker, social distancing, cuci tangan dan sukseskan program vaksinasi,” tandas dia.

Menurut @pengabdeenegara, virus dengan nama NeoCoV sudah dipublikasi peneliti China dalam jurnal BioRxiv. NeoCov disebut memiliki tingkat infeksi dengan kematian yang lebih tinggi dibandingkan jenis virus sebelumnya.
 Selanjutnya