BREAKING NEWS
 

Musim Kemarau, Momentum Naikkan LTT Lahan Rawa

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 9 Juli 2019 23:28 WIB
Ekskavator sedang membuat irigasi di lahan rawa (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musim kemarau memang menyebabkan kekeringan pada lahan petani. Namun, di sisi lain, musim kemarau juga bisa menjadi momentum untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), terutama di wilayah yang banyak memiliki lahan rawa lebak.

Di beberapa wilayah Indonesia Indonesia, dampak musim kemarau membuat tanaman padi milik petani mengalami puso. Data menyebutkan, luas tanam padi yang terkenan kekeringan periode Januari-Juni 2019 sekitar 20.964 hektare atau hanya 0,28 persen dari total luas pertanaman sebesar 7.359.453 hektare. Dari jumlah itu, lahan padi yang puso (rusak parah) hanya 0,003 persen atau 232 hektare. 

Dibandingkan periode Januari-Juni 2018, luas lahan padi yang kekeringan tersebut lebih rendah sekitar 78,18 persen. Begitu pun dengan puso selama periode Januari-Agustus 2019 lebih rendah 98,74 persen.

Sementara kekeringan pada musim kemarau (MK) April-September 2019 juga masih lebih rendah 75,87 persen dibandingkan MK April-September 2018. Demikian juga yang puso pada MK April-September 2019 lebih rendah 98,94 persen dibandingkan MK April-September 2018. “Saat ini yang mengalami kekeringan serius ada lahan pertanian di Jawa, Bali Nusa Tenggara. Berdasarkan data BMKG, luas lahan yang terkena kekeringan sekitar 102 ribu ha dan puso 9 ribu-an hektare,” ujar Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy, Selasa (9/7).

Guna mencegah semakin luasnya lahan pertanian yang terkena kekeringan dan puso, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, dari mulai pemerintah daerah sampai TNI, untuk memetakan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pemanfaatan sumber air yang harus dibangun. “Sekarang kita sudah banyak membangun sumber air. Baik itu sumur dangkal, embung, damparit, sehingga diharapkan kekeringan untuk tahun ini bisa teratasi,” kata Sarwo.

Baca juga : Sambut Musim Kemarau, PAM Jaya Siapkan 26 Mobil Tangki Air Bersih

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman telah menginstruksikan, setiap daerah yang terdampak maupun perluasan areal tanam membentuk posko untuk mitigasi dan adaptasi yang diresmikan bupati, sehingga bupati menjadi leader-nya dalam mitigasi dan adaptasi kekeringan. Ditjen PSP sendiri sudah menyiapkan mobilisasi alsintan seperti pompa, infrastruktur pertanian dukungan lainnya seperti pipanisasi.  Sementara Ditjen Tanaman Pangan dan Litbang Pertanian menyiapkan benih tanaman pangan.

Lahan Rawa Lebak

Meski beberapa wilayah terkena dampak kekeringan, sehingga menyebabkan puso, namun untuk daerah lahan rawa lebak seperti wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Lampung, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat justru dapat dioptimalkan untuk meningkatkan LTT.

Adsense

Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, Sumardjo Gatot Irianto, mengatakan bahwa di musim kemarau seperti ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan mengembangkan lahan rawa. Optimalisasi lahan rawa akan lebih bagus di musim kemarau seperti ini.

“Karena itu kami juga mengundang wilayah rawa agar mengupayakan penambahan LTT melalui optimalisasi potensi lahan rawa. Rencana aksi bisa dengan bantuan benih padi, jagung, kedelai, tumpangsari, optimalisasi lahan, serta bantuan alsintan,” tuturnya.

Baca juga : Gelar Bazar, Kemendag Serap Ayam Peternak Untuk Naikkan Harga

Data Ditjen Tanaman Pangan, wilayah yang sumber airnya masih cukup yakni, potensi lahan kering yang  masih ada air sekitar 2,3 juta hektare berada di 152 kabupaten di 14 provinsi. Yaitu, Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulut, Sulteng, Sulsel, dan Sultra. Sedangkan potensi lahan rawa seluas 675 ribu hekatre berada di 31 kabupaten di 6 provinsi yakni, Sumsel, Lampung, Kalbar, Kalsel, Kalteng, dan Sulsel.

Untuk itu, pihaknya melibatkan wilayah-wilayah yang ketika terjadi kekeringan justru menjadi sumber pertumbuhan luas tanam baru. “Ini sangat kami harapkan. Selain mengkompensasi tanaman yang puso, juga menambah areal tanam baru yang produktivitasnya dan mutunya makin bagus,” ungkapnya.

Di wilayah Jawa Barat,  Jawa Tengah, Jawa Timur, Gatot berharap Perum Jasa Tirta (PJT-I dan PJT-II)  dengan sumber air yang ada dapat mengamankan standing crop pertanaman, sekaligus meningkatkan LTT. Untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, diharapkan dapat meningkatkan LTT melalui optimalisasi penanaman pada lahan kering serta rawa yang masih ada airnya. “Kami sudah menyiapkan rencana aksi LTT lahan rawa,” ujarnya.

Gatot menyarankan, petani di lahan kering yang curah hujannya masih cukup jika akan bertanam padi sebaiknya menggunakan varietas padi gogo. Sebelum bertanam disarankan lahan sawah setelah panen, dicek kadar airnya, apakah masih basah atau sudah kering.

Pengecekan dapat dilakukan dengan mencabut sisa jerami. Jika mudah dicabut maka lahan tersebut masih basah dan layak ditanami padi gogo. Lakukan penugalan Tanpa Olah Tanah (TOT) di samping pangkal jerami, isi 3 biji per lubang (Tabela).

Baca juga : Sumsel dan Kalsel Contoh Baik Pengembangan Rawa jadi Lahan Pertanian

Sedangkan untuk pertanaman padi di lahan rawa, Gatot mengatakan, pemerintah telah membuat pilot project padi rawa, bahkan kini sudah ada yang panen. Hasilnya sudah terlihat, jika sebelumnya petani menggunakan benih lokal (pertanaman 6 bulan), kini dengan benih Inpara-3 pertanaman padi hanya 3-4 bulan.

“Produktivitasnya juga meningkat. Jika sebelumnya hanya 2,5 ton per hektare, kini menjadi 4,58 ton per hektare. IP juga naik dari sebelumnya 100 menjadi 200 yang tanam pada Maret, Juli, dan Agustus,” tutur Gatot. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense