RM.id Rakyat Merdeka - Tim Sinergisitas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melaksanakan 167 aktivitas pembangunan fisik dan non fisik di lima provinsi sasaran.
Tim yang terdiri 46 Kementerian/Lembaga (K/L) perlu terus mengembangkan program ini demi terciptanya transformasi mindset penerima sasaran yaitu mitra deradikalisasi, penyintas, serta orang dan kelompok orang yang rentan terpapar radikalisme terorisme.
Baca juga : BNPT Gelar Sinergisitas Award 2022
"Kita bersama telah mempersempit ruang gerak kelompok tersebut dengan program-program transformasi mindset, kita harus memberikan dan mengembangkan dampak positif yang berkelanjutan," ujar Sekretaris Utama BNPT Mayjen TNI Dedi Sambowo, dalam rapat koordinasi bersama K/L tim Sinergisitas, seperti keterangan yang diterima RM.id, Rabu (21/9).
Jenderal TNI bintang dua ini juga menyampaikan masih terdapat sebanyak 284 aksi yang masih dalam proses realisasi di lima wilayah sasaran, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.
Baca juga : Elite Politik Tak Perlu Bandingkan Pembangunan Di Era SBY Dengan Jokowi
Melihat keterlibatan aktif tim sinergisitas, Dedi turut mengapresiasi 46 K/L yang tergabung dalam sinergisitas. Dia berpesan agar tim Sinergisitas terus meningkatkan dukungannya. 46 K/L yang terlibat melakukan pembangunan di 12 klaster.
Mulai dari pembangunan dan pemenuhan sarana infrastruktur, pemberian beasiswa, pelatihan ketenagakerjaan, diseminasi informasi dalam rangka kontra radikalisasi, bantuan kepada penyintas, hingga pembangunan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) sebagai sarana deradikalisasi dan reintegrasi sosial. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.