RM.id Rakyat Merdeka - Penghentian siaran channel televisi analog atau Analog Switch-Off (ASO) sudah berjalan di banyak wilayah di Indonesia. Namun, pembagian alat Set Top Box (STB) dari Pemerintah tidak berlanjut tahun ini. Masyarakat jangan ngarep STB gratis lagi dari Pemerintah.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menerangkan, tahun ini tidak ada pengadaan STB gratis.
“Pemerintah tidak mengadakan atau menganggarkan penyediaan STB untuk tahun 2023,” beber Johnny di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Adaptasi Sektor Pariwisata, Langkah Strategis Hadapi Perubahan
Pemerintah melalui Kementerian Kominfo hanya menyiapkan STB gratis 1,2 juta unit. Di tahun lalu telah dibagikan STB ke wilayah yang sudah diberlakukan ASO atau sudah dimatikan siaran televisi konvensional.
Untuk daerah yang belum diberlakukan ASO, tidak ada pembagian STB dari Pemerintah.
“Sudah hampir 99,8 persen STB yang disediakan oleh Pemerintah itu telah disalurkan kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya,” tuturnya.
Baca juga : Optimalkan B35, Perlu Dukungan Pembiayaan Dari Pemerintah
Johnny mengatakan, STB gratis tidak hanya disediakan oleh Pemerintah saja. Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) sebagai penyelenggara multipleksing (MUX) juga berkomitmen menyediakan STB.
Sayangnya, pembagian STB dari para LPS atau stasiun TV swasta itu berjalan lambat. Sampai sekarang masih banyak masyarakat nggak mampu yang belum kebagian.
“Dari empat jutaan STB, baru didistribusikan 6,5 persen atau 278 ribu unit. Ini perlu berkoordinasi lagi dengan LPS,” ungkapnya.
Baca juga : Telkom Dukung Pengembangan Desa Wisata Terintegrasi
Johnny mengatakan, Kominfo telah menunjuk 40 perusahaan untuk memproduksi STB. Sehingga STB yang beredar di masyarakat harus sesuai spesifikasi dan standar yang ditetapkan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.