BREAKING NEWS
 

Cerita Sukses BUMDesa Raup Ratusan Juta Dari Ekspor Kentang Dan Buncis Ke Singapura

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 21 Februari 2023 21:08 WIB
Foto: Humas Kemendes PDTT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Produk pertanian kentang dan buncis kenya BUMDesa Pulosari Handal, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat menembus pasar Singapura dan mampu meraup ratusan juta. Kerja keras yang dilakukan kini berbuah manis.

Kades Pulosari, Agus Rusman menuturkan, BUMDesa Pulosari Handal didirikan selama tiga bulan dan telah memiliki badan hukum.

Awalnya, Agus tertantang untuk mengembangkan hasil alam Desa Pulosari berupa produk pertanian yang dikenal memiliki kualitas bagus.

Dia pun memutar otak dan berusaha untuk mencari pasar bagi produk pertanian agar memiliki nilai jual yang tinggi. Usaha kerasnya tak sia-sia.

Baca juga : Terus Menggeliat, BUMDesa Ekspor Buncis Dan Kentang Ke Singapura

Dia bertemu dengan manajemen PT Elevasri Agri Indonesia (Elevarm) yang mau diajak kerja sama memasarkan kentang dan buncis ke pangsa pasar luar negeri atau ekspor.

"Alhamdulillah, kami baru 10 hari ketemu Elevarm dan terjadi kesepakatan untuk memasarkan produk kelompok tani, termasuk ekspor kentang dan buncis kenya ini," ungkapnya.

Kisah ini dituturkannya kepada Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, di Pangalengan, Selasa (21/2).

Setelah melalui beberapa proses dan tahapan, akhirnya terwujud ekspor perdana kentang yang mencapai 8 ton per minggu. Sedangkan buncis Kenya 200 kg.

Baca juga : Cerita BUMDesa Pulosari Cuma Butuh 10 Hari Untuk Deal Ekspor Ke Singapura

Jumlah nilai ekspor perdana kentang mencapai Rp 112 juta, dan buncis Kenya Rp 3.400.000 per minggu. Totalnya, Rp 115,4 juta. Kini rata-rata pendapatan BUMDes Pulosari Handal bisa menembus Rp 15 juta per bulan.

Sedangkan Desa Pulosari memberikan anggaran sebesar Rp 70 juta untuk membantu BUMDesa Pulosari Handal.

Adsense

BUMDes Pulosari Handal juga mampu menyerap tenaga kerja sekitar 60 orang yang terdiri dari tenaga kerja dan mitra usaha pada unit usaha air bersih, pariwisata, energi terbarukan, agen bank dan pertanian.

Selain telah mampu mengekspor kentang dan buncis Kenya, dia juga meminta perhatian Kemendes PDTT untuk membantu produk kopi Desa Pulosari agar pemasarannya bisa semakin luas.

Baca juga : Menhub Perkuat Kerja Sama Transportasi Dengan Singapura

Direktur BUMDesa Pulosari Handal Toto menambahkan, pihaknya juga membina sejumlah kelompok wanita tani yang telah mengolah kentang menjadi makanan ringan.

Dalam sebulan, kelompok wanita tani bisa mengolah 1 kuintal kentang menjadi keripik. Dalam satu bulan ditargetkan bisa memproduksi olahan 16 ton kentang dan sekitar 300 kuintal buncis kenya.

Menanggapi kisah sukses tersebut, Mendes PDTT yang akrab disapa Gus Halim menyatakan bahwa tugas Kemendes PDTT untuk mencarikan pasar bagi produk-produk yang dihasilkan desa.

"Inilah kunci hilirisasi proses ekonomi di Kemendes PDTT," tutur Gus Halim.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense