BREAKING NEWS
 

AMSA Gandeng Ditjen Hubla Tingkatkan Kapabilitas Pemeriksa Kapal

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 13 September 2019 11:27 WIB
Kerjasama AMSA Australia dengan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub. (Foto: Dok. Ditjen Hubla)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kolaborasi antara Dirjen Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA) melalui program FSC-PSC Introductory Training terus berlanjut. Pelatihan khusus yang diikuti para Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal dalam Negeri atau Marine Inspector (MI) dan Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing atau Port State Control Officer (PSCO) kedua pihak dilaksanakan di Pelabuhan Makassar pada 9-13 September 2019.

Program pelatihan itu membahas secara intensif tentang pengetahuan teknis dari kegiatan pemeriksaan kapal. Materi disampaikan Ship Safety Inspection Center of Excellence (SSI-COE) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 

Baca juga : Bamsoet: Bela Negara Harus Diterapkan dalam Aktivitas Keseharian

Pelabuhan Makassar merupakan salah satu pintu gerbang utama di Indonesia dan juga sebagai penyambung jalur distribusi ke wilayah Indonesia Timur. Pelabuhan ini berperan sebagai jalur terpenting di wilayah Indonesia Timur dengan kegiatan ekspor-impor serta distribusi barang dalam negeri maupun luar negeri sehingga kecepatan, kehandalan layanan dan jaminan keselamatan transportasi laut di pelabuhan ini adalah faktor kunci yang harus selalu ditingkatkan.

Adsense

Capt Suratno, mentor dari SSI-COE, mengatakan bahwa untuk menciptakan produktivitas pelabuhan yang optimal, perlu dilakukan upaya peningkatan kapabilitas para petugas pemeriksa kapal. Sehingga, program pelatihan seperti ini sangat perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk pemerataan pengetahuan para petugas pemeriksa kapal di pelabuhan 

Baca juga : CIPA: Pemindahan Ibu Kota Tingkatkan Perekonomian

“Jika berbicara soal pemeriksaan kapal, pemeriksaanya tidak saja berdasarkan check list equipment atau requirement, tetapi petugas juga harus memahami cara operasi dan pengoperasiannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, masih ada kendala pendidikan khusus soal peralatan, OWS, Auxelary engine, ECDIS, radar dan dukungan personal safety equipment sebagai dasar pelaksanaan pemeriksaan kapal. 

Baca juga : Magicpin Jadikan Jakarta Pasar Pertama di Luar India

Ada pun materi pelatihan disampaikan Tenaga Ahli dari Australia di bidang inspeksi keselamatan kapal, Tat Yeung. Beberapa meteri yang disampaikan meliputi keselamatan kapal (ship safety), persyaratan inspeksi di bawah aturan Konvensi tentang Perburuhan Maritim atau Maritime Labour Convention Tahun 2006 (MLC 2006), juga mengenai implementasi praktis dari FSC dan PSC terkait dengan syarat-syarat yang tercantum dalam Konvensi Internasional seperti SOLAS, IMDG dan IMSBC serta kode etik pemeriksaan kapal. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense