Sebelumnya
Agus menjelaskan, pembangunan dilakukan bertahap hingga 2045 dengan mengusung konsep Future Smart Forest City yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Pada tahap awal 2022-2024, Kementerian PUPR memulai pengerjaan pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Kawasan tersebut terbagi dalam 3 klaster yaitu pemerintahan inti, pemerintahan pendidikan, dan pemerintahan kesehatan.
Baca juga : Dadan Tri Ajukan Eksepsi, Pengacara Sebut Dakwaan Jaksa KPK Membingungkan
Agus menambahkan, untuk mencapai KPI (Key Performance Indicator) 100 persen energi terbarukan dan net zero emission pada 2045 di IKN, diperlukan transisi energi dalam penyediaan tenaga listrik.
"Transisi energi dilakukan melalui pembangkit listrik terbarukan yang didukung oleh sistem penyimpanan, pemanfaatan pasokan listrik dari generator energi baru, dan penerapan sistem jaringan cerdas," tuturnya.
Baca juga : Kota Sorong Punya Perpustakaan, Jadi Modal Pembangunan Ekonomi
Konsep smart city yang akan diimplementasikan akan membuat IKN menjadi kota yang sehat, efisien, produktif, bersahabat bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda, serta menyediakan layanan keamanan, kesehatan, dan pendidikan yang dapat menjadi pusat inovasi global.
Untuk diketahui, diskusi ini dihadiri oleh 100 orang blogger, influencer, dan mahasiswa di Kota Balikpapan, serta disiarkan secara langsung di YouTube Ditjen IKP Kominfo.
Baca juga : Agar Korupsi Tak Terulang, Kejagung Pastikan Kawal Proyek Pembangunan Tol Langit
Harapannya dengan adanya kegiatan ini semua pihak dapat mendukung dan membagikan informasi tentang perkembangan pembangunan IKN.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.