Sebelumnya
Untuk diketahui, Terminal Purworejo dibangun dengan biaya senilai Rp 35 miliar yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Terminal ini memiliki luas 12.315 m² dan luas bangunan 2.378,1 m², serta melayani 615 penumpang dengan total 105 bus per hari.
Sementara, Terminal Mendolo dibangun dengan biaya senilai Rp 20 miliar yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Terminal ini memiliki luas lahan 29.319 m² dan luas bangunan 7.742 m², serta melayani 2.090 penumpang dengan total 280 bus per hari.
Baca juga : Jokowi: Jangan Lagi Ada Image Preman Di Terminal Bus
Lalu, Terminal Purboyo dibangun dengan biaya senilai Rp 29,8 miliar yang berasal dari SBSN. Terminal ini memiliki luas lahan 28.719 m² dan luas bangunan 11.230 m², serta melayani 4.350 penumpang dengan total 339 bus per hari.
Kemudian, Terminal Patria dibangun dengan biaya senilai Rp 66,6 miliar yang berasal dari SBSN. Terminal ini memiliki lahan seluas 14.932 m² dan luas bangunan 3.950 m², serta melayani 330 bus per hari dengan total penumpang 4.344 orang per hari.
Pembangunan dan revitalisasi Terminal Tipe A di berbagai wilayah menjadi program prioritas Kemenhub dalam rangka memperbaiki layanan angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi maupun Dalam Provinsi (AKAP/AKDP).
Baca juga : Kebakaran Di Jelambar Jakbar, 23 Mobil Pemadam Dan 102 Personel Diterjunkan
Dalam rentang waktu 2014-2023, telah dilakukan pembangunan terminal baru di 5 lokasi dan rehabilitasi/revitalisasi terminal di 75 lokasi.
Pada tahun 2024 ditargetkan akan diselesaikan pembangunan 7 terminal lagi di sejumlah daerah, yaitu Terminal Sumedang di Jawa Barat; Terminal Cepu, Terminal Magelang, Terminal Demak, dan Terminal Bobotsari Purbalingga di Jawa Tengah; Terminal Air Sebakul di Bengkulu, dan Terminal Bimoku di Kupang, NTT.
Revitalisasi terminal diyakini akan meningkatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan, sehingga masyarakat semakin nyaman menggunakan bus sebagai angkutan umum.
Baca juga : Pastikan Layanan PMI Aman, BP2MI Gelar Vaksinasi Booster Kedua
Selain menjadi tempat pelayanan transportasi darat, terminal juga diharapkan memberikan dukungan pada peningkatan ekonomi UMKM yang terlibat di dalamnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 3/1/2024 dengan judul Ogah Diidentikkan Dengan Preman Dan Kumuh, Terminal Bus Dipercantik
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.