BREAKING NEWS
 

Kominfo Tekankan Pentingnya Literasi Digital Bagi Prajurit TNI

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 17 Juli 2024 21:58 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menekankan pemahaman literasi digital bagi prajurit TNI sangat penting terutama untuk mencegah serangan siber. Sebab, di era transformasi digital, serangan siber menjadi musuh utama.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo Slamet Santoso mengatakan, di era transformasi digital seperti saat ini, bukan lagi serangan terbuka yang menjadi ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia, melainkan serangan siber.

"Karena Prajurit TNI memiliki tugas pokok menjaga stabilitas dan keamanan negara, maka sangat penting bagi seluruh prajurit TNI memiliki pemahaman dan kesadaran terkait literasi digital," kata Slamet dalam acara Literasi Digital kepada Prajurit TNI Gelombang 2, di BSD Tangerang, dikutip Rabu (17/7/2024).

Paling tidak, kata Slamet, prajurit TNI harus memiliki awareness atau kesadaran terkait literasi digital. Tentunya harus hati-hati dan selektif dalam mengklik suatu tautan yang ada di internet.

"Kita harus selalu curiga jika ada tautan dari pengirim yang tidak kita kenal dan mencurigakan. Karena hal itu bisa membahayakan data pribadi maupun data instansi yang terhubung dengan device kita," ingatnya.

Selain itu, jika terkena serangan siber, sangat penting pemahaman mengenai mitigasi risiko yang harus kita lakukan.

Karena di ruang digital tidak hanya tentang mengantisipasi konten negatif, tapi pentingnya mengantisipasi adanya serangan siber.

Di era transformasi digital, kedaulatan negara bukan hanya kedaulatan fisik (wilayah teritorial), tetapi juga kedaulatan digital.

Untuk itu, sangat penting bagi prajurit TNI untuk mampu beradaptasi dengan teknologi dan informasi yang bergerak sangat cepat.

Baca juga : Ini Jadwal Persija Di Ajang Piala Presiden 2024

Slamet mengajak seluruh prajurit TNI untuk dapat mengikuti kegiatan dan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya terutama dalam mendukung tugas dan fungsi TNI untuk menjaga stabilitas dan keamanan Republik Indonesia.

"Literasi digital tidak hanya tentang bagaimana penggunaan teknologi, tapi pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi itu beroperasi. Literasi digital juga tentang bagaimana melindungi informasi vital dan sensitif dari ancaman siber, serta berpartisipasi secara aktif dan etis di dunia digital," ucapnya.

Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Panglima TNI Marsekal Muda (Marsda) TNI Kustono mengatakan, tantangan dunia digital semakin besar dan berdampak pada bangsa negara.

Kejahatan di ruang digital seperti hoaks, judi online, penipuan online, perundungan siber, ujaran kebencian, dapat mengancam persatuan bangsa.

"Sebagai prajurit TNI ini menjadi kewajiban kita semua memerangi hal tersebut serta turut membanjiri ruang digital dengan konten positif," tegasnya

. Kustono menekankan diharapkan tidak ada lagi prajurit yang buta digital, termakan hoaks, terjerumus perjudian online, membocorkan rahasia negara, serta menyebarkan konten-konten yang bertentangan dengan Sapta Marga dan sumpah prajurit.

"Kita harus bisa jadi prajurit TNI yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif). Selamat mengikuti kegiatan dan serap wawasan sebanyak-banyaknya," pesan dia.

Adsense

Dalam acara ini juga disampaikan materi terkait empat pilar literasi digital (digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture) serta keterkaitannya dengan prajurit TNI.

Pada pilar digital skill, Akademisi Universitas Indonesia Pudy Prima menjelaskan mengenai bagaimana kecakapan-kecakapan digital yang perlu dimiliki prajurit TNI dalam mendukung tugas demi bisa mendukung visi TNI PRIMA.

Baca juga : Peran Pemerintahan Daerah Dalam Menjaga Keutuhan NKRI

Di antaranya, cakap berkomunikasi di media sosial, IoT dan Big Data, tanggap perubahan AI, serta menghindari judi online.

"Suka atau tidak teknologi akan terus berkembang, jangan sampai kita hanya jadi pengguna tetapi kita harus eksplorasi. Hal itu karena hidup tidak pernah berhenti memberikan pelajaran, jadi kita tidak boleh berhenti belajar," tuturnya.

Sementara itu pada pilar digital safety, Kabidduk Pusinfolahta Mabes TNI Kolonel Elektronika Restu Putra Tanjung menjelaskan bagaimana pentingnya cyber security awareness.

Di antaranya, mengurangi risiko malware, memperkuat keamanan perangkat, menjaga keamanan jaringan, hingga menghindari penipuan online.

"Tidak perlu takut melakukan aktivitas di ruang digital, tapi pahami rambu-rambu yang harus dipatuhi dan dilaksanakan. Kami harap akan muncul talenta digital dari prajurit TNI agar lebih kuat kedepan," jelasnya.

Kemudian, pada pilar digital ethics, Widyaiswara Ahli Madya Kementerian Dalam Negeri Wawan Hermawan menjelaskan, mengenai etika yang harus dimiliki prajurit TNI di media sosial.

Hal-hal yang harus dihindari seperti flexing, sadfishing, cyberbullying, dan penyebaran hoaks.

Menurutnya, di ruang digital banyak sekali yang perlu diperhatikan, termasuk perilaku yang berkaitan dengan etiket dan etika.

Terakhir, pada pilar digital culture, Wakil Komandan Satuan Siber Kolonel CHB Martanto Dwi Saksomo Hadi menyampaikan bagaimana prajurit TNI memahami budaya digital.

Baca juga : Hapus Kesenjangan Keterampilan Lewat Literasi Digital

Budaya digital adalah bagaimana menunjukan perilaku di dunia digital.

"Sebagai prajurit TNI sudah selayaknya juga turut mengimplementasikan Sapta Marga dan sumpah prajurit dalam dunia digital," katanya.

Untuk diketahui, literasi digital bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ASN, TNI, dan Polri agar lebih terampil dan produktif mendukung tugas serta fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik.

ASN, TNI, dan Polri diharapkan mampu membangun semangat untuk menciptakan ruang digital yang suportif.

Kegiatan literasi digital sektor Pemerintahan kepada prajurit TNI Gelombang 2 merupakan salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri total 20 ribu prajurit TNI secara online yang terbagi dalam delapan sesi.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi di bidang Pemerintahan agar kritis dalam menghadapi berita hoax dan dapat menciptakan ruang digital yang aman serta nyaman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense