RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 517 kepala daerah dari seluruh Indonesia berkumpul di Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN).
Para Gubernur, Bupati dan Walikota datang untuk menghadiri rapat dengan presiden Jokowi dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM).
Usai rapat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Mendagri, Tito Karnavian mengajak rombongan kepala daerah melihat Embung MBH dan Sumbu Kebangsaan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN), Selasa (13/8).
Pembangunan embung menjadi elemen penting dalam lansekap kota dan konservasi air guna mewujudkan kualitas kota yang layak huni dan berkelanjutan.
Baca juga : Basuki Ajak Presiden, Wapres & Menteri KIM Lihat Embung MBH & Plaza Seremoni
"Embung-embung di IKN merupakan contoh pembangunan kota. Saat ini sudah selesai 22 embung, nanti Desember 2024 akan selesai 30 embung. Presiden meminta tambahan menjadi 60 embung," kata Basuki.
Menurutnya, pembangunan embung tidak hanya sebagai estetika dan lansekap suatu kota, tetapi upaya konservasi sumber daya air. Pembangunan embung di KIPP IKN tidak menggali tanah, tetapi memanfaatkan riparian sesuai dengan kontur tanah dengan menampung run off yang mengalir ke embung-embung.
"Embung MBH memilki luas sekitar 8 hektare dengan daya tampung 66.000 m3," katanya.
Sesuai konsep keberlanjutan lingkungan, area embung MBH ditanami dengan berbagai tanaman sebagai ruang terbuka hijau, sehingga dapat menurunkan iklim mikro di IKN.
Baca juga : Bank DKI Ajak Pelajar Rencanakan Dana Pendidikan Dengan Tabungan
“Kalau di Jakarta, indeks udara sudah lebih dari 100 mikrogram/m3. Maksimum 50 mikrogram/m3 seperti negara-negara lain di Eropa. Kalau di sini 6 mikrogram/m3 jadi sangat sehat udaranya, anak-anak tidak cepat sakit karena polusi udara," katanya
Ia menjelaskan, pembangunan Embung menerapkan konsep Smart Water Management System dalam perawatan area terbuka hijau melalui penyiraman otomatis (sprinkler) yang menggunakan sensor pendeteksi kadar air, suhu, dan kelembaban.
Kawasan embung juga dilengkapi dengan pedestrian, amphiteater, jogging track/pedestrian dan taman sebagai ruang publik.
Kunjungan rombongan Gubernur, Bupati, dan Walikota selanjutnya menuju Sumbu Kebangsaan. Secara filosofis, Sumbu Kebangsaan merupakan ruang terbuka yang menjadi simbol hubungan harmonis antar alam, manusia dan nilai luhur kebudayaan.
Baca juga : Air Di IKN Bisa Diminum Dari Keran Langsung
Kawasan Sumbu Kebangsaan menghubungkan Istana Garuda dengan Taman Kusuma Bangsa yang di sisi kanan kiri terdapat kantor Kementerian Koordinator.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.