BREAKING NEWS
 

Pembangunan Berbasis Demografi, Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Warga Kalbar

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 8 September 2024 16:56 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi strategis yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Dengan populasi jumlah penduduk berjumlah 5,5 juta jiwa dan berdasarkan pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK-23) Kalimantan Barat mempunyai angka Total Fertility Rate (TFR) atau angka rata-rata jumlah anak per perempuan selama masa reproduksinya sebesar 2,18. Angka tersebut masih diatas nasional sebesar 2,14.

Dengan tantangan menurunkan dan menjaga angka TFR agar tetap ideal, BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat yang dinahkodai dr. Victor Palimbong menggunakan strategi berbasis demografi.

Strategi tersebut diharapkan dapat memajukan pembangunan keluarga dan kependudukan di Kalbar.

Baca juga : Pesan Paus di Papua Nugini, Singgung Kekayaan Alam Hingga Kekerasan Antar Suku

"Provinsi Kalbar kaya akan sumber daya alam. Karena itu, pembangunan harus melibatkan dan menguntungkan penduduknya," ujar dokter Victor saat ditemui, Sabtu (8/9/2024).

Perencanaan pembangunan harus selaras dengan kondisi demografis Kalbar dan manfaatnya harus dirasakan oleh seluruh penduduk.

Menurutnya, perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga merupakan bagian integral dari pembangunan budaya, sosial, dan ekonomi.

Adsense

Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mewujudkan nilai-nilai Pancasila.

Baca juga : Hari Pelanggan Nasional, Direktur Hubungan Kelembagaan Asabri Berikan Layanan Untuk Peserta

Dokter Victor menambahkan, perkembangan penduduk dan pembangunan keluarga tidak lagi dipahami secara sempit sebagai usaha untuk mempengaruhi pola dan arah demografi semata.

Akan tetapi sasarannya jauh lebih luas, yaitu mencapai kesejahteraan masyarakat baik dalam arti fisik maupun non fisik termasuk spiritual.

"Pembangunan kependudukan dan keluarga tidak hanya bertujuan untuk mempengaruhi demografi, tetapi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dalam aspek fisik non fisik dan spiritual," tambahnya.

Menurutnya, dampak perubahan dinamika kependudukan akan terasa dalam jangka waktu yang lama, sehingga seringkali kepentingannya diabaikan.

Baca juga : Hari Pelanggan Nasional 2024, Mandiri Inhealth Gelar Poadcast Kesehatan Sampai Olahraga Bersama

Pemahaman konsep dan luasnya cakupan masalah kependudukan menyebabkan pembangunan kependudukan harus dilakukan secara lintas sektor dan lintas bidang.

"Oleh karenanya dibutuhkan bentuk koordinasi dan pemahaman mengenai konsep perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga secara tepat," jelas dokter Victor.

Penduduk tumbuh seimbang dan berkelanjutan dapat dicapai apabila semua pihak dapat memahami dan mengerti dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat. Karena itu diperlukan perhatian khusus oleh para pihak.

"Dalam konteks perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga di Kalbar, perlu memperoleh perhatian khusus dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan," tutup dokter Victor.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense