BREAKING NEWS
 

Budi Arie Ketemu Dubes AS, Singgung Kerja Sama Layanan Internet

Indonesia Berpotensi Besar Dalam Digitalisasi Ekonomi

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Jumat, 27 September 2024 07:35 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir (kanan) bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (26/9/2024). Pemerintah AS menyatakan komitmennya untuk membantu Indonesia memajukan digitalisasi. (Foto: Humas Kominfo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikaf (AS) berkomitmen membantu Indonesia memajukan digitalisasi. Negeri Paman Sam juga mendukung Indonesia dalam peningkatan investasi di sektor digital.

Komitmen tersebut disampai­kan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir saat bertemu Menteri Komunikasi dan Infor­matika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, di kantor Kementerian Kominfo, Kamis (26/9/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Budi Arie didampingi Staf Khu­sus Menkominfo Dedy Permadi, Dirjen Aptika Hokky Situngkir dan Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Setjen Kementeri­an Kominfo Ichwan Nasution.

Usai pertemuan, Budi Arie menjelaskan, Indonesia memi­liki potensi besar untuk digital ekonomi, yakni 800 miliar dolar AS atau sekitar Rp 12.096,8 triliun. Untuk tahun 2030, nilai ekonomi digital Indonesia men­capai 360 miliar dolar AS.

Bahkan, bila Indonesia mam­pu mengembangkan bisnis Artificial Intelligence (AI) secara optimal, potensi ekonomi dari teknologi ini saja diproyeksikan mencapai 366 miliar dolar AS pada tahun 2030.

Baca juga : Startup Didorong Merambah Sektor Pertanian Dan Perikanan

Digitalisasi ekonomi adalah tools Indonesia agar menjadi negara maju sehingga, mimpi Indonesia Emas 2045 bisa ter­wujud,” ujar Budi Arie.

Sejumlah hal yang didiskusi­kan Dubes AS dengan Menk­ominfo, di antaranya, investasi pusat data, kabel bawah laut, satelit dan infrastruktur teleko­munikasi lainnya.

Budi Arie mengingatkan pen­tingnya kerja sama kedua belah pi­hak, mengingat saat ini Indonesia memiliki kebutuhan besar untuk meningkatkan jangkauan sekaligus kualitas layanan internet.

Selain itu, pertemuan juga membahas tentang pentingnya investasi dalam bidang pengem­bangan sumber daya manusia.

Adsense

Sebagai negara yang sedang melakukan akselerasi transfor­masi digital, Indonesia mem­butuhkan talenta dengan ke­cakapan yang mumpuni dalam bidang teknologi.

Baca juga : Catat, Nih 11 Larangan Kampanye Di Jakarta

Pendiri Relawan Pro Jokowi atau ProJo ini berharap, perte­muan hari ini dapat ditindaklan­juti secara konkret.

“Saya siap mengadakan per­temuan selanjutnya dengan Ibu Dubes maupun dengan perusa­haan-perusahaan asal Amerika Serikat untuk dapat meningkat­kan investasi di sektor digital,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koor­dinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan investasi digital di kawasan Asia Tenggara pada 2023. Nilai inves­tasi pada sektor ekonomi digital telah mencapai 22 miliar dolar AS.

Meski masih tertinggal dari Singapura yang telah menyerap investasi 141 miliar dolar AS, Indonesia telah melampaui Viet­nam dan Malaysia yang tercatat masing-masing 18 miliar dolar AS dan 17 miliar dolar AS.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendorong per­kembangan pangsa pasar digital ASEAN.

Baca juga : Beringin Happy Banget

Pertama, ada 460 juta penggu­na internet di kawasan ASEAN pada 2022. Kedua, lebih dari 90 persen masyarakat rural menjadi pengguna layanan digital di kawasan ini.

Ketiga, nilai investasi venture capital di kawasan ASEAN men­capai 13 miliar dolar AS pada semester I-2023.

Karena itu, eks Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, ceruk pasar ekonomi digital di ASEAN dapat menjadi salah satu sasaran ekonomi digital Indonesia.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 27 September 2024 dengan judul Budi Arie Ketemu Dubes AS, Singgung Kerja Sama Layanan Internet, Indonesia Berpotensi Besar Dalam Digitalisasi Ekonomi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense