RM.id Rakyat Merdeka - Peluncuran Sekretariat Bersama (Sekber) dan Aplikasi Pemantauan Implementasi Moderasi Beragama (API-MB) yang digelar Balitbang Diklat Kemenag resmi dibuka oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Saiful Rahmat Dasuki, Kamis malam (3/10/2024).
Saiful mengapresiasi dibentuknya sekretariat bersama dan API-MB sebagai ikhtiar bersama untuk menjaga bangsa dan negara.
“Hari ini ditandai dengan launching Sekretariat Bersama (Sekber) dan Aplikasi Pemantauan Implementasi Penguatan Moderasi Beragama. Tugas Sekber adalah dalam rangka mengoordinasi, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan penguatan moderasi beragama yang diselenggarakan kementerian/Lembaga dan Pemda,” ujarnya.
Melalui momentum ini, dia berharap Kementerian/Lembaga dan Pemda bersama Kementerian Agama bersinergi mengawal implementasi kebijakan penguatan moderasi beragama.
“Mari merumuskan strategi dan rencana aksi yang nyata agar gerakan moderasi beragama memberikan dampak secara optimal,” ajak Wamenag.
Menurut Saiful, Penguatan Moderasi Beragama di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mendapatkan momentum dengan telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama.
Baca juga : PT JIP dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Relokasi Kabel Udara di Jaksel
Melalui Perpres tersebut, kata Wamenag, terdapat arah kebijakan dan pengaturan yang terencana, sistematis dan berkelanjutan program dan gerakan moderasi beragama,
“Regulasi ini bisa menjadi pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan umat beragama dalam rangka penguatan Moderasi Beragama,” terangnya.
Dalam regulasi tersebut, lanjut Wamenag, menjelaskan tahapan dan langkah strategis penguatan moderasi beragama, sehingga keberhasilannya dapat diukur dengan parameter yang jelas.
Pada kesempatan tersebut, Saiful mengajak seluruh aparatur pemerintah di Kementerian Agama dan semua Kementerian/Lembaga, Pemprov, dan Pemda agar penguatan moderasi beragama ini tidak sekadar menjadi program, tetapi menjadi gerakan di institusinya masing-masing dan masyarakat secara luas.
Diingatkannya, moderasi beragama merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa.
“Saya meyakini moderasi beragama menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai dan toleran sehingga Indonesia maju,” tandas Saiful.
Baca juga : Promosikan Pembangunan Berkelanjutan, Jakarta Dukung Forum Pemerintah Kota Negara ASEAN
Dalam laporannya, Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama Suyitno menyebut Aplikasi Pemantauan Implementasi Moderasi Beragama (API-MB), menggunakan istilah api untuk menggambarkan filosofi warna api.
Dijelaskannya, watak dasar warna api adalah merah, kuning, kebiru-biruan dan kehijau-hijauan, yang memberikan makna bahwa api itu terdiri dari sekian keragaman.
Keanekaragaman warna-warni api menggambarkan pluralitas dan semangat ketidakpadaman moderasi beragama.
“Dengan makna yang dalam itu maka api MB tidak boleh padam siapapun pemimpinnya, dan yang lebih pentingnya semakin biru itu semakin menunjukkan ketajaman panasnya,” ucap Suyitno.
Sehingga, kata dia, begitu di-launching API-MB ini selanjutnya akan didiseminasikan teknik melaporkan pengimplementasian penguatan moderasi beragama di masing-masing K/L serta Pemprov dan Pemkab.
“Implementasinya nanti akan dipantau langsung oleh Kantor Staf Kepresidenan, siapa yang sudah melaporkan, siapa yang belum melaporkan seperti apa laporannya, lalu bagaimana progresnya,” pungkasnya.
Baca juga : Sosialisasi 4 Pilar MPR ke HIPAKAD, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Bela Negara
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari Kemenko PMK, Kemenko Perekonomian, Kemenko Marves, Kemenkopolhukam, Kemendagri, Kemenlu, Kemenkominfo, Kemendikbudristek, Kemenkumham, Bappenas.
Lalu, Kemenpora, Kemenpan RB, Kemenparekraf, Kemensos, Kementerian PPPA, Kemenaker, Kemenkop UKM Kantor Staf Kepresidenan, Rektor PTKIN, PTU, Kesbangpol, staf ahli Menteri Agama, staf khusus Menteri Agama, tenaga ahli, para Kepala Kanwil dan kepala madrasah.
Kehadiran beragam tokoh strategis ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam upaya memperkuat implementasi moderasi beragama di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.