Sebelumnya
Ketiga, peningkatan Bimbingan Konseling (BK) melalui dua pendekatan, yaitu peningkatan kualitas guru BK dan pelatihan untuk guru-guru bidang studi untuk memiliki kemampuan konseling.
Jadi, kata Mu’ti, pendidikan tidak sekadar mengajarkan dan mentransformasikan ilmu. Tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan nilai dalam setiap bidang studi.
Selain itu, Mu’ti juga menyampaikan terkait peningkatan gaji dan kesejahteraan guru di tahun 2025.
Dia menilai, peningkatan kesejahteraan ini sangat erat kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan.
Harapannya, kesejahteraan guru yang meningkat bisa diikuti semangat serta metode pendidikan yang baik.
Baca juga : Pramono Agendakan Sarapan Nasi Uduk
“Dengan guru yang berkualitas, maka proses dan hasil pembelajaran pun akan berkualitas,” imbuhnya.
Mu’ti juga menyinggung soal pendidikan vokasi. Dia menyatakan, pendidikan vokasi akan lebih dikembangkan ke arah pendidikan teknologi yang tinggi, namun tetap berbasis pada kekayaan alam Indonesia,
Selain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para murid SMK, Kemendikdasmen bisa melanjutkan kolaborasi dengan mitra-mitra perusahaan dan UMKM yang memiliki usaha tertentu.
“Ini untuk pemanfaatan potensi lokal kita yang kaya,” paparnya.
Selain itu, Mu'ti mengungkapkan komitmennya menjadikan kantor kementerian sebagai rumah pendidikan dan layanan publik yang Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif dan Harmonis atau disingkat RAMAH.
Baca juga : Kementan Siapkan Dua Skema Khusus
Sebagai rumah pendidikan, kantor akan terbuka untuk beragam isu atas kebijakan. Beragam isu yang ditampung nantinya akan didiskusikan dan dibahas lebih lanjut untuk menjawab tantangan.
“Ini upaya kami memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tandas Mu’ti.
Terpisah, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendukung upaya Pemerintah memperluas akses pendidikan yang merata hingga meningkatkan kesejahteraan para guru.
Menurutnya, layanan pendidikan merata juga harus diimbangi kesejahteraan para pengajar.
“Para pendidik termasuk dosen masih memiliki banyak keluhan soal kesejahteraan dan perlindungannya,” ujarnya.
Baca juga : Bawaslu Telusuri Pelanggaran Kampanye Calon Bupati Mesuji
Dia memastikan, Komisi X DPR berkomitmen tetap memperhatikan daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) agar mendapat perhatian lebih dalam layanan pendidikan.
“Permasalahan kondisi pendidikan di daerah 3T menjadi hal utama yang harus ditingkatkan,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.