RM.id Rakyat Merdeka - Data kependudukan menjadi pilar utama target besar yang ingin dicapai Indonesia.
“Nggak mungkin kita berperang tanpa data. Nggak mungkin kita menyasar ekonomi Indonesia menjadi salah satu dari lima besar dunia pada tahun 2045 tanpa data akurat. Ini fase krusial yang harus kita jalani sungguh-sungguh,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, Senin (2/12/2024).
Bima Arya menyebut, perkembangan ekonomi tidak dapat berjalan tanpa landasan data yang kuat. Data kependudukan memainkan peran sentral mewujudkan ambisi nasional tersebut. Pemerintah perlu memiliki informasi yang tepat untuk mendukung setiap kebijakan strategis.
Bima Arya juga menegaskan, data yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) menjadi fondasi penting untuk mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo berkomitmen membawa ekonomi Indonesia tumbuh pesat dengan target pertumbuhan 8 persen dan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 10.000 dolar AS serta menempatkan Indonesia di jajaran lima ekonomi terbesar dunia.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Sudah Dihitung Matang
“Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan menyampaikan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Ini visi besar yang harus kita dukung dengan data akurat dan bisa diandalkan,” ujar Bima Arya.
Tidak hanya itu, Bima Arya menjelaskan, data yang dimiliki Ditjen Dukcapil menjadi kunci dalam penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Setiap langkah pembangunan membutuhkan perencanaan matang dan berbasis data valid agar program-program yang dijalankan bisa mencapai target dengan tepat.
“Perencanaan tanpa data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tidak efektif. Karena itu, Ditjen Dukcapil menjadi tulang punggung dalam mendukung keberhasilan berbagai program Pemerintah,” tambahnya.
Pelaksana Harian Direktur Jenderal Dukcapil Handayani Ningrum menekankan pentingnya integrasi data kependudukan dalam mendorong terciptanya kebijakan yang berbasis bukti.
Menurutnya, Ditjen Dukcapil tidak hanya berperan dalam administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi penentu berbagai kebijakan strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Baca juga : Komdigi-KPAI Rancang PP Perlindungan Anak
“Data yang kami kelola menjadi dasar dari berbagai kebijakan penting. Karena itu, kami terus berupaya memperkuat kualitas dan akurasi data di seluruh Indonesia,” ujar Handayani di Jakarta, Senin (2/12/2024).
Dalam upaya mendukung program nasional, Ditjen Dukcapil terus berkomitmen melakukan inovasi dalam pengelolaan data kependudukan. Terutama memperkuat sistem integrasi data di seluruh daerah. Dukungan ini menjadi penting dalam berbagai program strategis Pemerintah, mulai dari pemilihan kepala daerah hingga pembangunan ekonomi berbasis digital.
“Transformasi digital tidak mungkin terwujud tanpa dukungan data yang valid dan sistem yang terintegrasi dengan baik,” tuturnya.
Selain itu, Ningrum juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan layanan Dukcapil. Modus yang tengah marak adalah pelaku meminta data pribadi melalui telepon atau WhatsApp dengan dalih aktivasi IKD.
Masyarakat diminta lebih berhati-hati atas segala tindak penipuan, dengan tidak memberikan data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau informasi lainnya, melalui sambungan telepon atau pesan instan.
Baca juga : Anak Mantan Kapolri Tumbang Lawan Artis
“Masyarakat harus berhati-hati dengan panggilan atau pesan yang mencurigakan. Dukcapil hanya melayani permohonan layanan secara langsung di kantor Dinas Dukcapil atau melalui platform digital resmi yang telah disediakan, seperti Ditjen Dukcapil punya Halo Dukcapil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ningrum mengimbau masyarakat tidak panik apabila menerima telepon dari pihak yang mengaku sebagai petugas Dukcapil.
“Cukup abaikan dan segera laporkan ke kanal pengaduan resmi yang telah disediakan oleh Ditjen Dukcapil. Atau bisa langsung verifikasi langsung ke kantor Dukcapil setempat untuk memastikan kebenaran informasi,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.