BREAKING NEWS
 

Kebijakan Pemerintah Harus Didukung Data Yang Akurat

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Selasa, 3 Desember 2024 07:35 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Data kependudukan menjadi pilar utama target besar yang ingin dicapai Indonesia.

“Nggak mungkin kita berperang tanpa data. Nggak mung­kin kita menyasar ekonomi Indonesia menjadi salah satu dari lima besar dunia pada ta­hun 2045 tanpa data akurat. Ini fase krusial yang harus kita jalani sungguh-sungguh,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, Senin (2/12/2024).

Bima Arya menyebut, perkem­bangan ekonomi tidak dapat berjalan tanpa landasan data yang kuat. Data kependudukan memainkan peran sentral mewu­judkan ambisi nasional terse­but. Pemerintah perlu memiliki informasi yang tepat untuk mendukung setiap kebijakan strategis.

Bima Arya juga menegaskan, data yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Duk­capil) menjadi fondasi penting untuk mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo berkomitmen mem­bawa ekonomi Indonesia tumbuh pesat dengan target pertumbuhan 8 persen dan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 10.000 dolar AS serta menempatkan Indonesia di jajaran lima eko­nomi terbesar dunia.

Baca juga : Makan Bergizi Gratis Sudah Dihitung Matang

“Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan menyam­paikan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Ini visi besar yang harus kita dukung dengan data akurat dan bisa diandalkan,” ujar Bima Arya.

Tidak hanya itu, Bima Arya menjelaskan, data yang dimiliki Ditjen Dukcapil menjadi kunci dalam penyusunan Ran­cangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Setiap langkah pembangunan membutuhkan perencanaan matang dan berbasis data valid agar program-program yang dijalankan bisa mencapai target dengan tepat.

“Perencanaan tanpa data yang akurat akan menghasilkan kebi­jakan yang tidak efektif. Karena itu, Ditjen Dukcapil menjadi tulang punggung dalam men­dukung keberhasilan berbagai program Pemerintah,” tam­bahnya.

Adsense

Pelaksana Harian Direktur Jenderal Dukcapil Handayani Ningrum menekankan pentingnya integrasi data kepen­dudukan dalam mendorong terciptanya kebijakan yang ber­basis bukti.

Menurutnya, Ditjen Duk­capil tidak hanya berperan dalam administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi penentu ber­bagai kebijakan strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Baca juga : Komdigi-KPAI Rancang PP Perlindungan Anak

“Data yang kami kelola men­jadi dasar dari berbagai kebi­jakan penting. Karena itu, kami terus berupaya memperkuat kualitas dan akurasi data di selu­ruh Indonesia,” ujar Handayani di Jakarta, Senin (2/12/2024).

Dalam upaya mendukung pro­gram nasional, Ditjen Dukcapil terus berkomitmen melakukan inovasi dalam pengelolaan data kependudukan. Terutama mem­perkuat sistem integrasi data di seluruh daerah. Dukungan ini menjadi penting dalam berbagai program strategis Pemerintah, mulai dari pemilihan kepala daerah hingga pembangunan ekonomi berbasis digital.

“Transformasi digital tidak mungkin terwujud tanpa dukungan data yang valid dan sistem yang terintegrasi dengan baik,” tuturnya.

Selain itu, Ningrum juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap praktik pe­nipuan yang mengatasnamakan layanan Dukcapil. Modus yang tengah marak adalah pelaku meminta data pribadi melalui telepon atau WhatsApp dengan dalih aktivasi IKD.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati atas segala tindak penipuan, dengan tidak mem­berikan data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau informasi lainnya, melalui sambungan telepon atau pesan instan.

Baca juga : Anak Mantan Kapolri Tumbang Lawan Artis

“Masyarakat harus berhati-hati dengan panggilan atau pesan yang mencurigakan. Dukcapil hanya melayani permohonan layanan secara langsung di kan­tor Dinas Dukcapil atau melalui platform digital resmi yang telah disediakan, seperti Ditjen Dukcapil punya Halo Dukcapil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ningrum mengimbau masyarakat tidak panik apabila menerima telepon dari pihak yang mengaku sebagai petugas Dukcapil.

“Cukup abaikan dan segera laporkan ke kanal pengaduan resmi yang telah disediakan oleh Ditjen Dukcapil. Atau bisa langsung verifikasi langsung ke kantor Dukcapil setempat untuk memastikan kebenaran infor­masi,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense