BREAKING NEWS
 

Menkomdigi: Pemerintah Siapkan 5 Prioritas Strategi AI Nasional

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 22 Desember 2024 13:50 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Komdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan, Pemerintah telah menyusun lima Prioritas Vertikal Utama Strategi Artificial Intelligence (AI) Nasional untuk memaksimalkan potensi teknologi dalam berbagai sektor penting. Lima prioritas itu mencakup Layanan Kesehatan, Reformasi Birokrasi, Pendidikan Talenta, Smart Cities Mobility, dan Keamanan Pangan.

Meutya menjelaskan, AI digunakan dalam layanan kesehatan karena memang sudah diawali oleh Kementerian Kesehatan untuk memperluas akses dan meningkatkan akurasi diagnosa. “Teknologi ini memungkinkan pendeteksian dini penyakit serta efisiensi dalam manajemen rumah sakit," tuturnya, dalam Seminar Nasional Optimasi Pemanfaatan AI dalam Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum di Institut Teknologi Bandung, Bandung Jawa Barat, Sabtu (21/12/2024).

Dalam paparannya, Meutya menjelaskan, penerapan model 4P dalam layanan kesehatan yakni prediktif, pencegahan, partisipatif, dan personal. Model tersebut meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan aksesibilitas bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga : Tangani Wabah ASF, Pemerintah Perkuat Koordinasi Nasional

Pada prioritas Reformasi Birokrasi, AI menjadi motor perubahan. Menurut Meutya, beberapa lembaga pemerintahan telah mengimplementasikan proses pengolahan data berbasis AI yang menunjukkan pengurangan waktu dan biaya operasional secara signifikan.

Di 2025, Komdigi juga akan meluncurkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Digital sebagai layanan terintegrasi lintas kementerian. “Di Kementerian Komdigi, khususnya dalam melaksanakan pengawasan terhadap konten negatif, juga sudah menggunakan Artificial Intelligence," jelasnya.

Adsense

Meutya menjelaskan, dalam bidang pendidikan talenta, AI diterapkan melalui pembelajaran adiktif yang dirancang sesuai dengan kebutuhan individu. Salah satu yang telah ditetapkan adalah metode self-paced learning dengan micro skill yang memungkinkan masyarakat mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan mudah melalui platform online.

Baca juga : Ketum Dekopin Priskhianto Siap Gelar Munas Rekonsiliasi

"Kami yakin dan percaya bahwa ITB juga menjadi salah satu pelopor. Nanti kami juga akan melihat beberapa lab-nya karena memang saat ini kebutuhan kita yang prioritas dan urgent adalah memiliki talenta digital yang siap untuk teknologi AI," ujarnya.

Untuk Smart Cities Mobility atau pengembangan kota pintar, yaitu dengan integrasi data dan pengelolaan lalu lintas berbasis AI. Meutya mencontohkan Kota Bandung sebagai salah satu kota di Indonesia yang telah berhasil mengoptimalkan layanan publik secara digital.

"Pencapaian Kota Bandung menjadi kota cerdas bahkan juga diakui oleh internasional. Untuk smart city ini juga kami sudah bekerja sama dengan ITB. Kami tahu ITB melakukan pemeringkatan dan juga analisa terhadap kota-kota yang sudah menjalankan pelayanan berbasis digital," jelasnya.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Dampak PP Kesehatan Bagi IHT

Mengenai Keamanan Pangan, yang merupakan salah satu arahan penting Presiden Prabowo Subianto, Meutya menjelaskan, AI digunakan untuk optimalisasi siklus hidup pangan dan pengelolaan lahan pertanian melalui prediksi iklim dan cuaca, proyeksi rantai pasok makanan dan logistik, serta peningkatan kualitas benih dan panen untuk mendukung ketahanan gizi nasional.

“Tentu pada akhirnya, kita pahami bahwa AI akan terasa di segala lini. Tapi, kalau boleh kita memilih fokus dulu yang perlu disiapkan di antaranya adalah yang terkait dengan ketahanan gizi nasional," tandasnya.

Dalam acara tersebut, Meutya didampingi Plt Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Ismail. Hadir juga Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Rahman Arif, Rektor ITB 2025-2030 Tatacipta Dirgantara, serta jajaran Rektorat dan Guru Besar ITB.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense