BREAKING NEWS
 

Bahas Investasi, Petinggi Apple Bakal Ketemu Menperin Bulan Ini

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 2 Januari 2025 18:11 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengadakan pertemuan langsung dengan perwakilan Apple pada 7-8 Januari 2025. 

Pertemuan ini akan membahas rencana investasi Apple di Indonesia, termasuk opsi pembangunan fasilitas produksi atau inovasi di bawah aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kami belum menerima proposal resmi dari Apple. Hingga saat ini, yang kami terima baru sebatas wacana yang disampaikan melalui pihak lain. Karena belum ada proposal resmi, kami tidak bisa menganggap wacana tersebut sebagai usulan formal,” ujar Agus kepada wartawan melalui pesan elektronik, Kamis (2/1/2025).

Agus menambahkan, meskipun baru sebatas wacana, Kemenperin sudah mempelajari ide-ide yang diajukan Apple. Hasil kajian tersebut mencatat banyak poin penting yang akan dibahas dalam pertemuan langsung dengan perwakilan Apple dari kantor pusat di Amerika Serikat.

Baca juga : 60 Industri Tektil Dikabarkan Tutup, Kemenperin Buka Suara

“Sejak hampir dua bulan lalu, kami sudah mengundang Apple untuk datang ke Indonesia dan bernegosiasi langsung dengan Kemenperin. Alhamdulillah, Apple akan mengirimkan pejabat tingkat tinggi dari Amerika untuk bernegosiasi pada 7-8 Januari 2025,” jelasnya.

Menperin juga menyoroti komitmen Apple yang masih harus diselesaikan terkait siklus TKDN 2020-2023, termasuk hutang senilai 10 juta dolar AS. Walaupun Apple telah menyampaikan proposal komitmen, Kemenperin masih menunggu implementasi nyata dari rencana tersebut.

Adsense

Agus menjelaskan, Apple memiliki dua opsi untuk memenuhi aturan TKDN ke depan. Pertama, Skema 1, yaitu Membangun fasilitas produksi (pabrik) di Indonesia. Negosiasi untuk opsi ini akan melibatkan Kementerian Investasi (Meninves).

Kedua, Skema 3, yaitu melakukan investasi inovasi, dengan kewajiban menyerahkan proposal setiap tiga tahun. Negosiasi skema ini akan dilakukan melalui Kemenperin.

Baca juga : Pastikan Program Genting Terlaksana, Menteri Wihaji Kunjungi Bali

“Kami mendorong Apple untuk memilih skema 1, yaitu membangun fasilitas produksi. Namun, kami mengingatkan bahwa komitmen membangun pabrik tidak bisa disamakan dengan Global Value Chain,” kata Agus.

Dalam negosiasi, Kemenperin akan mengedepankan empat prinsip utama untuk memastikan investasi Apple memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia. Pertama, keadilan investasi dibandingkan dengan negara lain. Kedua, kesetaraan dengan produsen HKT lain yang telah berinvestasi di Indonesia. Ketiga, nilai tambah dan pendapatan bagi perekonomian nasional. Dan, keempat, penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem manufaktur.

“Pemerintah juga sedang dalam proses menaikkan nilai TKDN dari 35 persen menjadi 40 persen. Langkah ini telah menunjukkan manfaat nyata bagi industri manufaktur, terutama melalui pengurangan impor produk HKT,” ujar Agus.

Agus menyadari  Apple kemungkinan akan mengedepankan kepentingan globalnya dalam negosiasi. Namun, pemerintah akan tetap berfokus pada kepentingan nasional, terutama dalam membangun industri manufaktur yang kuat.

Baca juga : Kawal Investasi Mobil Listrik, Menteri Rosan Temui Perusahaan EV di China

“Jika Apple memilih skema 3, kami sudah menyiapkan perhitungan teknokratis terkait nilai investasi yang perlu mereka siapkan agar izin edar bisa diterbitkan,” tambah Agus.

Pertemuan mendatang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang tidak hanya menguntungkan Apple sebagai produsen global, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekonomi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense