Dark/Light Mode

Pastikan Program Genting Terlaksana, Menteri Wihaji Kunjungi Bali

Sabtu, 21 Desember 2024 22:57 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Wihaji (kedua kiri). (Foto: Dok. Kemendukbangga)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Wihaji (kedua kiri). (Foto: Dok. Kemendukbangga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, turun langsung ke satu desa di Bali, Sabtu (21/12/2024), untuk memonitor dan mengecek langsung kondisi Keluarga Risiko Stunting di wilayah tersebut, khususnya terkait dengan program Gerakan Orang Tua Asih Cegah Stunting (Genting). 

Meski Bali terendah dalam kasus stunting, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tetap menjadi lokus kunjungan Wihaji, karena ditengarai masih ada satu dua anak balita stunting yang belum termonitor.

"Kunjungan kami untuk memastikan (pelaksanaan) program (stunting di lapangan). Karena menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi," ujar Wihaji, dalam kegiatan Kolaborasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Bersama Mitra Kerja Tahun 2024.

Dalam kegiatan yang dihadiri Pj Gubernur Bali dan pejabat pusat dan daerah terkait, Wihaji mengatakan, dalam pelaksanaan Program Genting, tidak boleh ada satu balita pun yang terindikasi stunting terlewatkan mendapat intervensi.

"Bukan masalah jumlah, tapi perlu keadilan. Alhamdulillah, tokoh adat dan pejabat, termasuk seluruh bupati di Bali sepakat menjadi orang tua asuh dari salah satu anak asuh yang masuk dalam keluarga risiko stunting," urai Wihaji.

Baca juga : Menteri ESDM-Dirut Pertamina Tinjau Terminal BBM Dan LPG Di Banten

Salah satu kunci keberhasilan yang membawa Bali, termasuk Bangli, terdepan dalam penanganan stunting adalah gotong royong. "Di Bangli bagus. Ditangani keroyokan, kerja sama gotong royong, saling bantu," ungkap menteri.

Wihaji menegaskan, negara tetap hadir menangani stunting. Ci antaranya melalui program Genting. Tapi, tidak semuanya bisa di-cover oleh negara.

"Kita konsepnya pentahelix. Di negara-negara maju juga sama, pentahelix, kerja sama antar stakeholder. Yang tidak ter-cover negara, dibantu orang tua asuh. Jangan sampai ada warga negara tidak disentuh," terang Wihaji.

Ia juga mengemukakan, dalam Program Genting, Kemendukbangga/BKKBN menyasar 1 juta anak asuh sepanjang waktu ke depan, sambil memonitor dan melakukan evaluasi. Hal ini berdasarkan Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

"Kita presisikan dan disiplinkan. Presisi artinya tepat sasaran. Sangat rigid, alamat, nama, provinsinya di mana, diketahui melalui data yang ada," ujar Wihaji.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga JBB Resmikan Gedung Serbaguna Lentera Jiwa di Desa Pangauban

Program Genting ini juga terinspirasi dari prinsip Tri Hita Karana yaitu falsafah hidup tradisional Bali yang mengajarkan agar manusia menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Ini juga mempengaruhi kesehatan masyarakat Bali dengan angka prevalensi stunting terendah di Indonesia.

Wihaji bersama rombongan juga mengunjungi secara langsung dua keluarga risiko stunting di desa tersebut. Dialog menteri berlangsung penuh kekeluargaan dengan keluarga I Wayan Sariawan. Selanjutnya menteri juga mengunjungi keluarga I Komang Budiarta.

Sementara Pj Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya, yang menyambut baik kehadiran program Genting, mengatakan bahwa persoalan stunting pada balita tidak hanya persoalan kesehatan, namun juga menyangkut ketidakadilan sosial bagi balita/anak tersebut. Penyebabnya, asupan makanan yang kurang baik/bergizi akibat ketidakmampuan ekonomi dan pola asuh yang salah.

Menurut Mahendra, kondisi ini dapat pula dijadikan sebagai gambaran kualitas dari suatu keluarga. "Pada daerah yang banyak angka prevalensi stunting, memberikan gambaran kalau daerah tersebut masih banyak terdapat keluarga yang kualitas hidupnya kurang, tidak bahagia," ujarnya. 

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi stunting di Provinsi Bali pada 2023 sebesar 7,2 persen turun 0,8poin dibanding tahun 2022 sebesar 8 persen. Sekaligus menjadi provinsi dengan tingkat stunting terendah di Indonesia. Sementara prevalensi stunting di Kabupaten Bangli rerata berada di atas angka rata-rata Bali.

Baca juga : Latihan Tangkap Unggas, Memakai Kostum Burung Unta

"Sebagai komitmen kami dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali, Pemprov Bali telah melakukan tagging anggaran Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 sebesar Rp 71.805.752.144, dengan lokus intervensi stunting di semua kabupaten/kota se-Bali, dengan desa lokus intervensi sebanyak 166 desa," urai Mahendra.

Selain Program Genting yang didukung 3.327 Tim Pendamping Keluarga, Pemprov Bali telah membangun sebuah platform sistem informasi terintegrasi, yaitu Sigenting (Sistem Monitoring Pencegahan Kemiskinan dan Stunting). Sistem informasi ini berguna untuk mendata, mengukur, memantau, mengevaluasi dan intervensi terhadap balita atau keluarga berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem dengan sumber data terintegrasi lintas sektor.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.