RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani siap menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Christina mengakui, penghematan ini adalah tantangan, mengingat Kementerian P2MI memiliki anggaran yang terbatas.
"Kami mengidentifikasikan dan kembali menyisir anggaran kami. Challenging, mengingat anggaran kami sangat terbatas, tapi harus bisa," kata Christina, saat dihubungi RM.id, Jumat (24/1/2025).
Baca juga : Keluarkan Perpres, Prabowo Pangkasin Anggaran Kementerian
Christina menegaskan, Kementerian P2MI patuh terhadap arah kebijakan yang diputuskan Presiden Prabowo Subianto. "Tentunya kami siap menjalankan apa yang menjadi instruksi Bapak Presiden," ujarnya.
Menurut Christina, Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih (KMP) agar memaksimalkan anggaran belanja negara untuk tujuan yang lebih produktif, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Baca juga : Hemat APBN, Prabowo Pangkas Anggaran K/L Rp 256 Triliun, Pemda Rp 50,59 Triliun
"Sudah ada arahan beliau bahwa anggaran harus memenuhi salah satu kriteria berikut: Mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas yang dapat diukur, mengarah pada swasembada pangan dan energi, serta memberikan terobosan teknologi," ujar Christina.
Menurut politisi Partai Golkar itu, arahan tersebut menjadi panduan bagi Kementerian/Lembaga (K/L) untuk melakukan identifikasi rencana efisiensi anggaran. "Paralel dengan yang dilakukan Kementerian Keuangan (menetapkan efisiensi anggaran masing-masing K/L)," pungkas dia.
Baca juga : Pesan Prabowo Ke Anin Dan Arsjad: Kadin Harus Kompak
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengeluarkan Inpres Nomor 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Terdapat dua sumber utama pemangkasan, yang jumlah keseluruhannya mencapai Rp 306,69 triliun. Pertama, Prabowo memangkas anggaran belanja K/L senilai Rp 256,1 triliun. Kedua, Prabowo memotong alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,59 triliun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.